Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pentingnya Mengetahui Komunikasi Politik Bagi Politisi

Tim Redaksi: Senin, 06 April 2020 | 19:46 WIB


Oleh : Aswan Jaya (Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI Perjuangan Sumut).

Sebagai sebuah kajian dalam ilmu pengetahuan, komunikasi politik sesungguhnya dimulai dari beberapa studi, seperti retorika, analisis propaganda, studi tentang perubahan sikap, studi tentang pendapat publik, perilaku pemilih, hubungan pemerintah dengan media dan studi teknik kampanye.

Kemudian berkembang menjadi satu bidang studi yang dinamakan komunikasi politik dengan dilengkapi teori-teori kontemporer serta analisis yang lebih komprehensif. Kajian komunikasi politik berakar pada ilmu politik.

Meskipun pada awalnya, komunikasi politik lebih banyak dikenal dengan istilah propaganda. Memahami komunikasi politik tentunya terlebih dahulu harus memahami tentang apa yang dimaksud komunikasi dan politik.

Hal ini penting, sebab kajian komunikasi politik merupakan penggabungan dua konsep ilmu pengetahuan, yaitu komunikasi dan politik.

Komunikasi
Pengertian komunikasi adalah melakukan cara yang terbaik dan menggunakan sarana yang terbaik untuk memindahkan informasi, makna, rasa dan pendapat kepada pihak lain dan memengaruhi pendapat mereka, serta menyakinkan mereka dengan apa yang kita inginkan, apakah dengan menggunakan bahasa atau dengan yang lainnya.

Stewart L. Tubbs merangkum arti komunikasi dengan mengatakan, bahwa komunikasi secara luas didefinisikan sebagai “berbagi pengalaman”.

Berbagi pengalaman artinya berbagi informasi tentang pengalaman yang didapat oleh masing-masing pihak yang berkomunikasi. Selain berbagi pengalaman, komunikasi juga berarti membagi pengalaman.

Selain membagi dan berbagi pengalaman, definisi komunikasi juga tidak boleh mengabaikan aspek pengaruh komunikasi saat proses dan sesudah proses berbagi pengalaman berlangsung.

Dengan demikian, komunikasi dapat juga dipahami sebagai proses berbagi dan membagi pengalaman dengan tujuan saling memengaruhi.

Politik
Setiap orang telah memiliki pengertian sendiri-sendiri tentang politik, sesuai dengan tingkat pengalaman dan pengetahuannya masing-masing.

Misalnya, ada yang memahami pengertian politik sebagai seni merangkai kemungkinan, atau politik adalah kepentingan. Kemudian politik itu adalah kekuasaan, politik itu jahat, kotor, korupsi, pembuat onar dan lain sebagainya.

Beberapa peristiwa keseharian terkadang akan selalu dihubungkan dengan pendekatan politik. Politik menjadi memiliki makna yang berbeda-beda, sebab politik sesungguhnya telah menyatu dalam kehidupan sehari-hari.

Apa sesungguhnya politik itu sehingga menjadi sesuatu yang tanpa sadar telah menyatu dalam kehidupan sehari-hari?

Eric Laouw menyebutkan, bahwa yang paling mendasar dalam politik adalah sebuah proses pengambilan keputusan, sebuah perebutan untuk memperoleh akses pada posisi pengambilan keputusan dan proses kewenangan untuk menjalankan keputusan-keputusan itu.

Dengan demikian politik mengandung sejumlah konsep kenegaraan, yakni : kekuasan (power), pengambilan keputusan (decision making), kebijaksansan (policy) dan pembagian atau alokasi sumber daya (resources).

Pada umumnya, dapat dikatakan bahwa politik adalah usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis.

Usaha menggapai the good life ini menyangkut bermacam-macam kegiatan yang antara lain menyangkut proses penentuan tujuan dari sistem, serta cara-cara melaksanakan tujuan itu.

Pengertian Komunikasi Politik
Bertolak dari dua konsep, komunikasi dan politik, seperti yang telah diuraikan di atas, maka upaya untuk mendekati pengertian tentang komunikasi politik sangat beragam.

Menurut Dahlan, komunikasi politik ialah suatu bidang atau disiplin yang menelaah perilaku dan kegiatan komunikasi yang bersifat politik, mempunyai akibat politik, atau berpengaruh terhadap perilaku politik.

Dengan demikian, komunikasi politik dapat dirumuskan sebagai suatu proses pengoperasian lambang-lambang atau simbol-simbol komunikasi yang berisi pesan-pesan politik dari seseorang atau kelompok kepada orang lain, dengan tujuan untuk membuka wawasan atau cara berpikir, serta memengaruhi sikap dan tingkah laku khalayak yang menjadi target politik.

Di lain pihak ada yang menyatakan bahwa komunikasi politik (political communication) adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan dan kebijakan pemerintah.

Dengan pengertian tersebut, sebagai sebuah ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga dapat dipahami sebagai komunikasi antara ‘yang memerintah’ dan ‘ yang diperintah’.

Meriam Budihardjo memahami komunikasi politik sebagai salah satu fungsi partai politik, yaitu menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat serta mengaturnya sedemikian rupa – penggabungan kepentingan (interest aggregation) dan perumusan kepentingan (interest articulation) – untuk diperjuangkan menjadi kebijakan politik.

Dengan kata lain, komunikasi politik secara keseluruhan tidak mudah dipahami tanpa menghubungkan dimensi-dimensi politik dengan segala aspek dan problematikanya.

Bahwa sistem politik demokrasi selalu mensyaratkan adanya kebebasan pers (freedom of the press) dan kebebasan berbicara (freedom of the speech). Fungsi-fungsi tersebut secara timbal balik dimainkan oleh komunikasi politik.

Definisi lain dari komunikasi politik juga diungkapkan oleh Susanto yang menyatakan bahwa komunikasi politik sebagai perwujudan komunikasi yang diarahkan pada pencapaian pengaruh sedemikian rupa sehingga masalah yang dibahas oleh jenis kegiatan komunikasi dapat mengikat semua warganya melalui suatu sanksi yang ditentukan bersama.

Komunikasi politik dapat dipahami sebagai suatu proses komunikasi yang memiliki implikasi atau konsekuensi terhadap aktivitas politik.

Hal inilah yang membedakan komunikasi politik dengan komunikasi lainnya, seperti komunikasi pembangunan, komunikasi bisnis, komunikasi pendidikan, komunikasi keluarga, komunikasi organisasi, komunikasi antarbudaya dan lain sebagainya.

Perbedaan itu terletak pada pesan. Komunikasi politik memiliki pesan yang bermuatan politik untuk kepentingan orang banyak.

Dalam proses politik, komunikasi politik berperan penting, terutama sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan.

Proses ini berlangsung di semua tingkatan masyarakat dan di setiap tempat yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi di antara individu dan kelompok.

Dalam kehidupan bernegara, individu memerlukan informasi, terutama mengenai kegiatan setiap pihak menurut fungsinya.

Di tengah dinamika politik elektoral yang mengedepankan pada proses pencitraan, maka polesan komunikasi politik bagi para politisi menjadi sesuatu yang sangat penting.

Kepiawaian dalam memaksimalkan berbagai media terutama media massa akan sangat menentukan keberhasilannya dalam merangkai dan menjembatani komunikasi kepada para pemilih atau masyarakat.

Jadilah komunikator politik yang baik, niscaya bangunan kepercayaan rakyat kepada para politisi akan semakin menguat. (*)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html