Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pemprov SU Buka Rekening Donatur Tangani Corona, GMKI Sumut: Kebijakan Edy Rahmayadi Ambigu

Tim Redaksi: Selasa, 31 Maret 2020 | 08:59 WIB

MEDAN | Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) yang membuka rekening donasi bagi warga yang ingin membantu penangan virus Corona atau COVID-19 Donasi yang dapat disalurkan kepada masyarakat mendapat protes keras dari Pengurus Pusat Koordinator Wilayah I GMKI Sumut-NAD, Gito M Pardede

Pembukaan rekening tersebut disampaikan langsung oleh jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut Mayor Kes Whiko Irwan dalam live streaming yang ditayangkan dalam akun YouTube Humas Sumut. Menurut Gito langkah yang dilakukan Pemprov sangat tidak rasional melihat kondisi ekonomi masyarakat di seluruh Wilayah Sumatera Utara lumpuh, akibat sosial distance.

"Provinsi Sumatera Utara menyediakan tempat bagi bapak-ibu warga Sumatera Utara untuk melaksanakan donasi melalui rekening donasi Sumut peduli COVID-19, nomor rekening 10001027777477 melalui rekening Bank Sumut," kata jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut Mayor Kes Whiko Irwan dalam live streaming yang ditayangkan dalam akun YouTube Humas Sumut, Senin (30/3/2020).

“Kebijakan pemerintah sumut sangat ambigu, dengan membuka rekening khusus untuk meminta bantuan kepada masyarakat sungguh tidak tepat, dimana banyak yang berhenti bekerja, para wirausaha juga banyak yang merugi. Terlebih masyarakat harus fokus menjauhkan diri mereka dari serangan covid -19. Kebijakan ini sangat akan membingungkan dan membuat takut masyarakat seakan akan pemerintah tak mampu membuat solusi” ujar gito saat dimintai keterangan via daring, Senin (30/3/2020)

Selanjutnya gitu juga mempertanykan jumlah anggaran 18 M yang di alokasikan oleh pemprov untuk penanganan wabah Covid-19, Dimana kejelasan distribusi anggaran belum di sampaikan secara transparan ke publik.

“Kalau memang pemrov akan membuka rekening donasi, jadi kemana anggaran sebesar 18 M yang telah di sampaikan oleh Gubernur Edy Rahmayadi, ditambah Pemko medan siap mengelontorkan dana sebesar 100 M untuk menanganani wabah ini, dan jika pemerintah sudah memiliki kemampuan penganggaran sebesar itu untuk apa lagi pemerintah buka bantuan donasi dari warga, kan bingung kita, seolah olah pemprov tidak tau melakukan apa-apa dan masih ragu-ragu” ungkap gito

“Jika pemerintah povinsi serius menggalang dana, dan mau minta donasi. Pemerintah bersama dengan DPR bisa melakukan rapat khusus dengan para pengusaha-pengusaha atau dapat meminta dukungan dana dari pusat. Masih ada anggaran yang kami lihat kurang produktif, dan akan sangat baik bila dialihkan untuk penanganan Corona ini. Sesuai arahan presiden, pemerintah daerah dalam hal ini gubernur, wajib merelokasi anggaran untuk mengutamakan pencegahan COVID-19, Bukan dari masyarakat.. masyarakat sudah susah, jangan sibuat susah lagi” tambahnya

Hingga pertanggal 30 Maret 2020, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut juga mengatakan, Jumlah ODP disumut sebanyak 2909 orang, terdiri dari PDP 77 orang (21 negatif), sedangkan Positif 14 orang (2 meninggal).

Meskipun begitu Gito Pardede tetap berharap seluruh komponen masyarakat sumut bekerja sama dalam kondisi wabah Covid 19

"Saya kembali menghimbau semua komponen masyarakat, dari semua golongan profesi dan lintas agama agar bijak dalam kondisi bencana ini. Menjalankan Maklumat Kapolri dan himbauan pemerintah serta menjaga sanitasi diri dan jauhi kerumunan akan membuat virus sulit berkembang, kita tidak ingin angka kematian di sumut karna corona semakin bertambah dan semakin sulit diatasi." tutup gito.(rel)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html