Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

TNI AL Bantah Intimidasi Anggota Koperasi Tani Mandiri Asahan, Ini Fakta yang Terungkap

Tim Redaksi: Rabu, 12 Februari 2020 | 20:48 WIB

Giat Latihan Linmed dan kunjungan ke Posal Leidong dan Simandulang.  
TANJUNGBALAI - Adanya sebuah pemberitaan bahwa Personil Lanal Tanjung Balai Asahan (TBA) melakukan intimidasi terhadap anggota Koperasi Tani Mandiri saat melakukan pemantauan daerah latihan Lintas Medan (linmed) Lanal TBA di area hutan, kualuh leidong, Labuhanbatu Utara, Jumat (7/2/2020) lalu, dan suruhan dari seorang pengusaha berinisial AK, adalah tidak benar dan itu adalah pencemaran nama baik, karena tidak ada konfirmasi terkait hal tersebut ke Mako Lanal TBA.

Hal ini ditegaskan Perwira Seksi Intelijen Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Asahan (Pasintel Lanal TBA) Kapten Laut (S) Yordan didampingi Komandan Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut Tanjung Balai Asahan (Dandem Pomal TBA) Kapten Laut (PM) Marwansyah Damanik, Rabu (12/2/2020) di Mako Pomal TBA, Jalan Mesjid, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan TB-Selatan.

Dikatakannya, saat itu, Tim Lanal TBA melaksanakan peninjauan daerah Latihan Linmed di wilayah Labuhan Batu Utara, yang akan digunakan pada saat uji kesiapan pangkalan pada bulan Maret, maka 12 orang personil dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) bergerak dari Kantor Denpomal Lanal TBA menggunakan kendaraan sepeda motor trail menempuh jarak sejauh lebih kurang 44 KM.

"Saat memasuki daerah latihan, tim beristirahat sejenak di gubuk milik warga sembari menikmati cemilan dan minuman, sambil bercengkrama dengan Kepala Dusun III, Desa Sei Dua Air Hitam Bapak Aman, hingga mendapat keluhan dari warga, bahwa adanya kegiatan yang mengaku dari Koperasi Tani Mandiri yang tidak melapor kepada Kadus dan kegiatan mereka beralasan penghijauan kembali, namun pada kenyataan nya merambah dan menjarah hasil kebun baik kelapa maupun kopra milik warga yang sudah ditanami," ujar Kapten Yordan.

"Apabila warga menanyakan, mereka mengaku mengantongi izin. Akan tetapi, kepada Kepala Dusun izin tersebut belum pernah ditunjukkan, hal ini juga dikuatkan dengan pengakuan warga Desa Sei Dua Air Hitam yang menunjukkan kegiatan penjarahan yang mereka lakukan," lanjutnya.

Diceritakan Kapten Laut (S) Yordan lagi, sudah beberapa kali terjadi bentrokan yang mengakibatkan jatuhnya korban baik warga maupun dan kelompok Tani Mandiri dan hal inipun telah dilaporkan kepada pihak Polsek Kualuh Leidong dan Koramil Leidong.

"Dari pihak keamanan, menghimbau, selama status quo belum ada kejelasan, jangan ada kegiatan apapun di area tersebut. Akan tetapi dari pihak HTR tetap melakukan kegiatan dan dugaan penjarahan terus dilakukan terhadap kebun warga setempat," ungkapnya.

Sementara, Kapten Laut (PM) Marwansyah Damanik menimpali, berbekal keluhan dan aspirasi dari masyarakat tersebut, sebagai abdi masyarakat dan garda terdepan dalam keamanan, maka Tim Lanal TBA bersama Kepala Dusun dan warga setempat mendatangi lokasi yang dimaksud.

"Kekhawatiran itu benar, bahwa kegiatan tersebut adalah membahayakan dan ada dugaan terorisme dan penanaman tanaman terlarang," ujar Marwansyah.

"Memang benar bang, bahwa saat tim dan warga tiba di lokasi dan didapati bahwa kelompok HTR ini masih berkegiatan didalam area yang mana masih berstatus quo dan saat ditemui salah satu koordinator lapangan (korlap) dari Kelompok Tani Mandiri, bahkan tidak memiliki idenditas apapun dan kepala dusun tidak mengenal warga yang menjadi korlap itu, Ketika di tanyakan izin nya pun tidak dapat menunjukan kepada Kadus," sebutnya.

Untuk itu, setelah Tim Lanal berkoordinasi dengan Kapolsek dan Danramil, maka korlap dan salah seorang dari petani itu dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangan mengenai kegiatan yang dilakukan di daerah tersebut.

"Kepala Dusun beserta warga setempat berterima kasih kepada Personil Lanal TBA. Walaupun tidak disengaja, dapat membantu apa yang selama ini menjadi keluhan antara warga dengan pihak Koperasi Tani Mandiri HTR dan Tanjung Balai Navalbase serta Bersama rakyat TNI kuat," Katanya.

Namun sayangnya, kata Pasintel Lanal TBA lagi, perbuatan baik yang dilakukan Tim Lanal TBA berujung pahit dengan adanya pemberitaan dari salah satu Media Online, yang diduga melakukan pemberitaan sepihak.

"Isi dalam pemberitaan seperti menyudutkan dan melakukan pencemaran nama baik, bukan dalam kapasitas melihat dari sisi baiknya atau membangun, akan tetapi diduga tidak membela kepentingan warga yang diduga diserobot oleh Kelompok Tani Mandiri," ungkapnya.

"Memang benar kita ada melakukan pembubaran kepada anggota Koptan Mandiri Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dari lahan karena Lahan tersebut masih berstatus Quo, sedangkan dua orang yang dibawa ke Mapolsek Kulah Hulu untuk ditindak lanjuti diduga orang suruhan yang dapat dianggap premanisme karena tidak memiliki identitas dan atau tanda pengenal lengkap serta pejabat setempat seperti Kadus juga tidak kenal sama mereka berdua (orang yang dibawa-red) dan ini bukan Intimidasi," tegas kedua orang perwira tersebut.

Sementara, lanjut mereka, dari pemberitaan Media Online, yang mengatakan personil datang mewakili pengusaha dari Tanjung Balai, atau dengan kata lain personil ada konspirasi dengan pengusaha, itu langsung dibantah.

"Itu tidak benar. Yang benar adalah kita saat itu memang sedang melakukan peninjauan daerah Latihan Lintas Medan (Linmed) di wilayah Labuhan Batu Utara, yang akan digunakan pada saat uji kesiapan Pangkalan pada bulan Maret. Disebabkan ada aspirasi dari masyarakat maka sebagai pihak Keamanan, ikut berperan," katanya.

"Kami hanya aparat yang menampung aspirasi keluhan warga saat kami sedang nge trail, kok malah kita dijelek-jelekan dan yang paling terpukul dalam menanggapi keluhan warga dan Kepala Dusun III Sei Dua, Tim Lanal Tba malah dituduh mengintimidasi anggota Koperasi Tani Mandiri," sambungnya.

Tim Lanal TBA menduga Koperasi Tani Mandiri yang mengajukan permohonan ke Menteri Kehutanan untuk mengkelola Lahan tanaman penghijauan diduga Lifeservice atau illegal.

"Karena kelompok koperasi ini bukan mencari lahan yang kosong, akan tetapi diduga menyerobot lahan warga yang sudah dikuasi atau ditanami," pungkas Pasintel Kapten Laut (S) Yordan dan Dandem Pomal Lanal TBA Kapten Laut (PM) Marwansyah Damanik menutup.(Surya)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html