Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Polemik AKD Belum Kelar, Anggota DPRD Tebingtinggi Belum Bisa Jalani Fungsinya

Tim Redaksi: Senin, 17 Februari 2020 | 09:23 WIB

TEBINGTINGGI - Sudah hitungan milyaran uang negara diterima oleh anggota DPRD Kota Tebingtinggi. Namun, diduga uang yang diterima hanya gaji buta.

Pasalnya, dalam kurun waktu 6 bulan sejak dilantik pada bulan September 2019 lalu, wakil rakyat tersebut belum bekerja untuk rakyat.

Walaupun APBD Tebingtinggi TA 2020 sudah 2 bulan berjalan mengeluarkan anggaran untuk anggota dewan sebagai wakil rakyat, masih belum bisa mengganjar parlemen ini agar melakukan fungsinya sebagai Legislator, Budgetor, dan Kurator Penyelenggara Negara.

Demikian disampaikan Ratama Saragih selaku Wali Kota DPD LSM LIRA Kota Tebingtinggi dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (17/2/2020).

"Para wakil rakyat yang sudah terpilih dan dipilih oleh rakyatnya itu terkesan tidak merasa bersalah, seakan mereka yang harus dihormati dan disegani. AKD yang belum kelar hingga sekarang membuat para wakil rakyat ini belum bisa bekerja, walaupun sudah terima gaji," ujar Ratama.

Menurutnya, ini suatu fenomena yang realistis diakibatkan mewabahnya krisis kepercayaan yang inkubatifnya terjangkit sangat cepat bergerak kepada para anggota DPRD Tebingtinggi tersebut.

"Pertanyaannya sekarang, dari manakah asalnya wabah krisis kepercayaan tersebut? Jawabanya adalah "Sistem", dimana ada kepentingan maka sistem bekerja, bukan lagi kepercayaan akan eksistensi dan komitmen untuk bangsa dan negara," ungkapnya.

Menurutnya, permasalahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Tebingtinggi sebenarnya bukanlah akar dari persoalan yang sebenarnya, melainkan sebagai pemantik dari bahagian permainan yang dimainkan dalam skenario.

"Para pemain yang mendapat peran masing-masing memainkan perannya untuk membangun sistem yang dikehendaki oleh si pembuat skenario, sehingga untuk 5 kedepan usia parlemen ini berjalan menurut sistem yang sudah direncanakan sebelumnya tanpa melihat kepentingan rakyat yang seutuhnya," imbuhnya.

Ratama yang juga pegiat pelayanan publik ini sangat prihatin melihat kondisi parlemen Kota Tebingtinggi saat ini. Ia berharap kepada rakyat Tebingtinggi untuk terus giat memantau dan turun langsung memberi solusi.

"Sehingga ada keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta tidak menghambur-hamburkan uang negara hanya untuk kepentingan semata saja," pungkasnya. (Red)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html