Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Mandi di Sungai Bilah, Angga dan Bima Hanyut Terbawa Arus, BPBD Lakukan Pencarian

Tim Redaksi: Rabu, 19 Februari 2020 | 12:37 WIB

Kedua korban hanyut.
LABUHANBATU - Sebanyak 2 dari 6 orang remaja belia, dikabarkan hanyut di aliran Sungai Bilah, Selasa (18/2/2020) sore, tepatnya di sekitar Lubuk Boting, Lingkungan Aek Siranda, Kelurahan Siringoringo, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Informasi diperoleh, kedua Anak Baru Gede (ABG) yang dikabarkan hanyut itu bernama Angga (13), warga Jalan Torpisangmata dan Bima (11), warga Jalan Majapahit, dan hingga kini belum ditemukan.

Sedangkan, Iksan (12) sempat diselamatkan warga yang sedang memancing di tepian sungai tersebut dan temannya Gilang, Ilham dan Atan, selamat karena hanya mandi di tepian sungai.

"Mereka 6 orang berangkat mandi ke sungai naik sepeda sekitar jam 14.00 WIB. Tapi terdengar mereka hanyut sekitar jam 16.30 WIB," ungkap Dian Herlina alias Dedek, ibu kandung Gilang kepada wartawan, Rabu (19/2/2020).

Dikatakan Dedek, jarak dari kediaman mereka ke lokasi kejadian diperkirakan sekitar 2 kilometer.

Menurut pengakuan Ilham, kepadanya, ketiganya (korban) mandi di sungai dengan menggunakan rakit batang pisang. Nahas, tidak tahu bagaimana, ketiga anak yang menaiki rakit batang pisang itu hanyut hilang terseret arus sungai.

"Hanya Iksanlah yang sempat terselamatkan orang tua yang sedang mancing, sedangkan kawan mereka yang dua lagi terbawa derasnya arus sungai," urainya.

Saat ini, sambung Dedek, keempat anak selamat mengalami trauma. Bahkan kata dia, anaknya Ilham tidak dapat dimintai keterangan karena mengalami ketakutan.

"Ilham ngomong saat menceritakan kejadian itu saja kepada saya, setelah itu gak bisa lagi ditanyai. Lebih banyak diamnya," katanya.

Sedangkan, warga lainnya mengaku jika korban Angga saat akan berangkat sempat pamitan kepada sejumlah warga dan melambaikan tangan.

"Si Angga sebelum berangkat melambaikan tangan dan bilang kami berangkat ya," ujar warga di sana.

Untuk melakukan pencarian para korban, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu menerjunkan perahu karet dan sejumlah personel.

Namun, karena situasi gelap dan sulitnya lokasi disertai turunnya hujan pencarian akan dilanjutkan pada hari ini, Rabu (19/2/2020).

"Sementara pencarian para korban hanya menerjunkan satu perahu," ujar Kabid Siaga BPBD Labuhanbatu Edi Samir. (Husin)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html