Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Mako Lantamal I Digempur, Prajurit TNI AL Berhasil Lumpuhkan Musuh

Tim Redaksi: Senin, 20 Januari 2020 | 16:23 WIB

MEDAN - Markas Komando Pangkalan Utama TNI AL (Mako Lantamal I) menjadi sasaran gempuran pelaku teror.

Penyerangan musuh melalui udara dan laut mampu dilumpuhkan Prajurit Satuan Patroli (Satrol) TNI AL di sekitar Dermaga Lantamal I, Belawan.

Pergerakan musuh yang ditaklukkan dengan menyergap kapal dan 3 orang ABK yang terindikasi menjadi kaki tangan musuh oleh Visit Board Search and Seizure (VBSS) dan Sea Survival terpadu di alur masuk pelabuhan Belawan dan Dermaga Satrol Lantamal I.

Upaya pencegahan musuh untuk mempertahankan pangkalan, Prajurit Matra Laut, Satrol Lantamal I sebelumnya mendapat informasi adanya serangan udara dan yang akan menyerang Pangkalan.

Dari informasi itu, teridentifikasi kapal yang menjadi kaki tangan musuh berada di sekitar pangkalan.

Prajurit TNI AL dari Satrol Lantamal I melaksanakan pencegatan sekaligus pemeriksaan dan pengeledahan terhadap boat yang dicurigai.

Dengan reaksi cepat menuju sasaran, hasilnya, Prajurit TNI AL Sea Rider berhasil menghentikan boat yang dicurigai tersebut.

Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan berhasil diamankan 3 orang ABK yang terindikasi menjadi kaki tangan musuh.

Komandan Satrol Lantamal I Kolonel Laut (P) Ardian Budidarma, M. Tr. Hanla, mengatakan, penaklukan musuh yang dilakukan untuk mempertahankan pangkalan serta Visit Board Search and Seizure (VBSS) TNI AL khususnya Lantamal I adalah bentuk siap siaga untuk menghadapi segala ancaman yang datang dari laut baik langsung maupun tidak langsung.

"Kita selalu memantapkan kesiapan dan kesiagaan operasional Satrol Lantamal I melalui latihan berkala guna mendukung pencapaian keberhasilan pelaksanaan tugas operasi," katanya menjelaskan latihan tersebut, Senin (20/1/2020).

Dijelaskannya, latihan rutin ini dilakukan setiap 3 bulan sekali untuk siaga operasional, latihan ini meningkatkan kemampuan tempur maupun non tempur Prajurit TNI AL di Lantamal I.

"Kita tahu, di Selat Malaka banyak kegiatan yang menjadi pemicu illegal fishing dan bencana laut. Jadi, latihan ini untuk untuk siap siaga bukan hanya untuk tempur, tapi menanggulangi bencana dan SAR," jelas Ardian.

Dalam operasi latihan, lanjut Ardian, melibatkan seluruh prajurit di Lantamal dan KRI, jadi, untuk menaklukkan musuh adanya persiapan dari pengkalan. Metode latihan ini seluruhnya disiapkan untuk berkesinambungan dalam mendukung operasi di laut.

"Selama ini, sehari-hari patroli rutin terus dilakukan. Jadi, latihan terus kita lakukan untuk mengasah ketrampilan dan pengembangan ide atau kreativitas di lapangan agar kita lebih mahir dan waspada," tutupnya. (Mu-1)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html