-->

Selain Kurir, Parbetor Ini Juga Mengecer Sabu dengan Beca

Sebarkan:
Irjen Pol Arman Depari didampingi Kombes Pol Sempana Sitepu saat memaparkan pengungkapan kasus narkoba. 

MEDAN-Selain memiliki sabu sebanyak 60 kg, Badan Narkotika Nasional (BNN) juga menyita uang kontan Rp60 juta dari tangan Zulkifli, 45, pada penggerebekan di rumahnya Jalan Tirtosari/Jalan Perwira Gg Amad Rukun Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung, Medan Sumatera Utara pada Selasa (10/12/2019).

Belakangan diketahui, parbetor hanya kamuflase untuk menyamarkan bisnis haramnya. Deputi Pemberantasan Narkotika BNN Irjen Pol Arman Depari didampingi Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP Sumut Kombes Pol Sempana Sitepu kepada wartawan di Kantor BNNP Sumut Jalan Williem Iskandar, Medan pada wartawan Rabu (11/12/2019) pagi menjelaskan bahwa uang Rp60 juta merupakan hasil menjual sabu secara eceran kepada masyarakat sekitar khususnya anak muda.

Tersangka
"Uang Rp60 Juta yang ditemukan adalah hasil narkoba yang dijual secara ecer/paket hemat di kampung-kampung kepada anak muda," ujarnya.

Arman mengatakan untuk menyamarkan perbuatannya tersangka Zul menggunakan kendaraan betor dan mengantar narkoba kepada pelanggan sesuai pesanan.

"Tersangka Zul berperan sebagi gudang, transporter, kurir juga sebagai penjual," terangnya.

Ia mengatakan narkoba ini berasal dari Malaysia dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal kayu, serah terima di tengah laut. "Sindikat dari malaysia mengantar ke koordinat yang telah ditentukan, serah terima dengan sindikat lokal yang menjemput dan dibawa ke Tanjung Balai selanjutnya dkirim ke Medan untuk disimpan dan dikemas ulang," ujarnya.

Atas pengungkapan ini, diketahui wilayah Sumatera Utara (Sumut) bukan hanya sebagai gudang penyimpanan tetapi juga wilayah dengan jumlah pengguna tertinggi di Indonesia.

"Sumut merupakan daerah tertinggi no 2 pengguna narkoba di Indonesia," tegasnya.

Sementara, Zulkifli mengaku nekad menjalankan aksinya karena tergiur gelimang uang. "Saya disuruh cuma ambil, jaga dan kirim barang itu nantinya. Kalau soal uangnya. Selama barang itu masih ada saya di janjikan Rp 15 juta perbulan," kata Zulkifli .

Lanjut pria yang menggunakan baju kaos berkerah ini, bahwa dirinya menyembunyikan pekerjaan sampingannya dari keluarganya.

"Saya menyembunyikan ini dari keluarga. Mereka tahunya saat penggerebekan semalam, bahwa saya menyimpan sabu," katanya.

Namun, nahas baginya bisnis narkobanya dibongkar pihak berwajib, nantinya Zulkifli akan diboyong ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan. (ka)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini