Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Dugaan Pungli di Sekolah, Disdik Tapsel Akan Panggil Kepsek SMP Negeri 2 Arse

Tim Redaksi: Rabu, 18 Desember 2019 | 16:50 WIB

TAPSEL - Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) akan segera memanggil Kepala SMP Negeri 2 Arse Muhammad Rahman, pasalnya terkait adanya dugaan pungutan liar di lingkungan sekolah tersebut.

Tidak itu saja, selain adanya dugaan pungutan liar, pihak sekolah SMP Negeri 2 Arse juga tega menjadikan truk cold diesel sebagai alat pengangkut siswa ke-sekolah setiap harinya, dimana truk tersebut bukanlah alat untuk transportasi angkutan orang.

Akibat dijadikannya truk jenis cold diesel tersebut sebagai pengangkut siswa ke sekolah, tidak jarang banyak siswa yang mengalami cidera, kerugian dan berbagai dampak buruk lainnya.

Berdasarkan hasil wawancara Metro Online dengan Kepala Sekolah Muhammad Rahman, Rabu (18/12/2019), pihak sekolah belum bisa mengatakan akan bertanggungjawab apabila terjadi hal-hal yang merugikan siswa.

Sementara, adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan SMP Negeri 2 Arse antara lain, pungutan iuran OSIS Rp3000 per siswa, biaya sewa truk mobil cold diesel Rp35.000-50.000 per siswa yang memakai jasa truk tersebut dan pungutan biaya persami Rp35.000 per siswa/anggota pramuka.

Terkait hal ini, Metro Online langsung menghubungi Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tapsel Khairul Saleh, tetapi yang bersangkutan sedang dinas luar dan digantikan oleh Kasi Bidang Kurikulum Sarif H. Harahap.

Kepada Metro Online, ia menyampaikan bahwa dalam hal ini pihaknya belum berkoordinasi dengan Kepala Bidang SMP, terkait adanya dugaan pungut liar (pungli) dan dijadikannya truk sebagai salah satu angkutan siswa ke sekolah.

"Kabid SMP pak Kahirul Saleh memang belum berkoordinasi dengan saya, tentang masalah ini, akan tetapi terkait hal ini saya akan koordinasi dengan beliau dan kita akan segera panggil kepala sekolah yang bersangkutan untuk meminta pertanggungjawabannya," tegas mantan Manager BOS dinas pendidikan ini, Rabu (18/12/2019).

Ketika wartawan menanyakan, apa tindak tegas dari Dinas Pendidikan dalam menangani masalah ini? Sarif mengatakan, akan memanggil dulu kepala sekolah tersebut dan meminta keterangan, apa maksud dan tujuannya dilakukannnya hal tersebut, baru kemudian ada tindakan.

Kemudian ketika ditanyakan lagi kepada Sarif, apa-apa saja jenis pungli di sekolah, ia mengatakan jenis pungli disekolah banyak dan salahsatunya adalah pungli yang terjadi di lingkungan sekolah SMP Negeri 2 Arse.

"Jenis pungli yang di sekolah itu banyak yang saya ketahui, ya salah satunya ini," ucap Sarif sambil menunjuk surat laporan dugaan pungli di lingkungan SMP Negeri 2 Arse tersebut.

Selanjutnya, untuk menindak tegas perbuatan adanya dugaan pungli dilingkungan SMP Negeri 2 Arse dan dijadikannya truk pengangkut siswa ke sekolah, pihaknya akan melakukan tindakan dan segera memanggil kepala SMP Negeri 2 Arse Muhammad Rahman.

"Dalam hal ini kita tidak bisa menuduh orang sembarangan, saya akan koordinasi dulu dengan kabid SMP yang membidangi hal ini dan segera memanggil yang berangkutan untuk kita mintai keterangan, sabar dulu ya, kita panggil dulu orangnya baru kita kabari informasi selanjutnya," pungkasnya. (Syahrul)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html