Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Jokowi Minta Oknum Polisi dan Jaksa Peras Pengusaha Dipecat, Ini Tanggapan LSM LIRA Tebingtinggi

Tim Redaksi: Jumat, 15 November 2019 | 15:25 WIB


TEBINGTINGGI - Isi Pidato Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Forum komunikasi Pimpinan Daerah 2019 di Sentul Bogor, Rabu (13/11/2019) kemarin, membuat Ratama Saragih, Wali Kota DPD LSM LIRA Kota Tebingtinggi angkat bicara.

Dalam siaran persnya kepada Metro Online, Jumat (15/11/2019), Ratama mengatakan bahwa Presiden Jokowi sudah memberi peringatan keras terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) agar berhati-hati dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsinya.

"Pasalnya Presiden Jokowi tidak mungkin mengatakan secara buka-bukaan di hadapan Kejagung, KPK, Kapolri dan Para Bupati/Wali Kota, kalau bukan ada Laporan dan Data yang masuk ke Istana terkait adanya sejumlah APH yang 'nakal'," ungkapnya.

Bahkan, kata Ratama, Jokowi sudah menginventarisasi sejumlah laporan APH yang berbuat nakal sehingga langsung memberi perintah kepada Kapolri dan Kejagung untuk menindak tegas agar dicopot dan dipecat APH yang terbukti memeras pejabat dan pengusaha.

"Arahan Jokowi ini patut dijadikan referensi faktual untuk kata kunci bagi APH di seluruh tanah air terkhusus di kota Tebingtinggi ini dimana banyak aspirasi masyarakat, mahasiswa, LSM, wartawan yang giat soroti kinerja APH, belum membuahkan hasil yang signifikan jika dikaitkan dengan Temuan kerugian Negara (TGR) sejak Tahun Anggaran 2015 hingga 2018," ujar Ratama.

"Kasus teri disidik, kasus kakap disisik. Oleh karena itu, arahan Jokowi ini memberi jalan pintu masuk bagi Penggiat Anti Korupsi untuk lebih kritis, berani dan gesit untuk mengantar bola panas ke Istana," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo buka-bukaan bahwa dirinya kerap mendapat laporan mengenai banyaknya oknum polisi dan jaksa yang melakukan pemerasan kepada pelaku usaha.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah 2019 di Sentul, Bogor, Rabu (13/11/2019).

"Saya sampaikan ini secara terbuka pada kesempatan ini. Yang kerjaannya memeras para pelaku usaha, saya dengar banyak sekali," kata Jokowi.

Di hadapan para peserta rapat, Jokowi mengaku sudah menginventarisasi laporan terhadap oknum polisi dan jaksa yang kerap melakukan pemerasan. Ia meminta para oknum itu dipecat.

"Saya inventarisasi dan saya perintahkan ke Kapolri, ke Jaksa Agung, ini di Kejati ini, Kejari ini, di Polda ini, di Polres ini. Saya minta tolong cek, copot, pecat, gitu saja sudah," ujar Jokowi. (Sdy)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html