Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Satika Serukan Petenun Gunakan Pewarna Alam

Tim Redaksi: Selasa, 10 September 2019 | 12:14 WIB


TAPUT - Tampil sebagai Keynote Speaker (pembicara) dalam sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual. Ketua Dekranasda Ny. Satika Nikson Nababan boru Simamora menyerukan petenun gunakan pewarna alam.

Menurut Satika, pemerintah tengah menggaungkan penggunaan produk organik baik pertanian maupun untuk UKM sebagai bahan baku. Salah satunya yakni Tenunan karena penggunaan bahan pewarna sintetis selain merusak lingkungan dan tidak ramah juga berpotensi penyebab katarak maupun kanker.

"Saya telah keliling langsung kerumah-rumah, penggunaan pewarna sintetis tidak ramah lingkungan karena limbahnya merusak selain itu juga petenun pun bisa kena efeknya," katanya. Selasa (10/9/2019).

Penggunaan pewarna alam dari lingkungan sekitar sangat baik bahkan justru digandrungi pasar dalam maupun luar negeri. "Banyak bahan baku yakni tanaman Indigo terdapat di sekitar kawasan Danau Toba, kulit alpukat, manggis maupun lainnya. Tentunya sangat aman bahkan produk ini yang diinginkan pasar," tambahnya.

Satika mengatakan selaku Ketua Dekranasda maupun Pemkab tugasnya hanya selaku penjembatani, namun semua berjalan baik bila disambut pelaku. "Jangan takut produknya tidak laku, bila baik kemasan maupun hasilnya silahkan pajang di Dekranasda. Kita tidak ambil untung, berapa harga dari pelaku itu yang dijual disana," katanya dihadapan ratusan pelaku UKM.

Dalam kesempatan itu Satika meminta petenun ataupun pelaku UKM lainnya mencintai produk buatannya. "Bila ingin produk kita dipakai orang lain, maka kita dulu yang menggunakannya. Jangan malu memakai produk kita atau  justru lebih senang memakai produk orang lain, itu yang salah," katanya.

Satika berharap para pelaku UKM memanfaatkan moment sosialisasi ini dan menularkannya ke yang lain. "Disini kita akan belajar banyak, manfaatkanlah sebaik baiknya," pungkasnya.

Sebelumnya Robinson Sinaga Direktur Fasilitasi Pendaftaran HAKI mengungkapkan saat ini pihaknya memfasilitasi pendaftaran untuk 50 jenis produk. "Kita akan fasilitasi 50 produk yang hendak didaftarkan secara gratis hanya untuk hari ini," ungkapnya.

Robinson mengatakan melalui fasilitasi pendaftaran produk akan memicu peningkatan perekonomian daerah setempat. "Selain terlindungi, pelaku ekonomi kreatif akan semakin berpacu untuk kreatif," pungkasnya.(AS)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html