-->

Kenaikan Cabai Merah Sumut Sumbang Inflasi ,Bupati Deliserdang Minta Diperhatikan

Sebarkan:



Lubuk Pakam : Pemerintah Kabupaten Deliserdang dan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara kini mulai membahas terkait pengendalian harga cabai yang merupakan salah satu item penyumbang inflasi .

Untuk masalah ini Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bulan September Tahun 2019, yang dilaksanakan di Aula Cendana Kantor Bupati, Lubuk yang dibuka Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan kemarin kata Kadis Infokom Aris Binar Ginting Kamis 12/09/2019

Pemkab Deliserdang serius memperhatikan masalah pangan masyarakat dan pembahasan juga dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut yang diwakili Direktur Moneter Ibrahim,mewakili pemerintah Provinsi Sumut Parundingan Pulungan, Para Asisten, perwakilan BPS, Tim Satgas Pangan Polres Deli Serdang, Bulog,Pertamina, Tim Penggerak PKK,Kepala OPD ,Dirut BUMD PT Bhineka Perkasa Jaya dan anggota TPID Deli Serdang.

Dikatakan Aris kalau Bupati yang juga Ketua TPID Kabupaten Deli Serdang dalam pembukaan rakor mengatakan Berdasarkan roadmap pengendalian inflasi daerah Kabupaten Deli Serdang sejak tahun 2017 telah dilakukan beberapa upaya dalam rangka menjaga kestabilan harga dan pasokan bahan pangan strategis melalui 3 (tiga) program unggulan yaitu klaster cabai merah, peningkatan kapasitas dan kompetensi UMKM serta pendirian BUMD pangan dalam rangka memotong mata rantai distribusi. program-program unggulan ini direncanakan pada akhir tahun 2019 akan sampai pada tahap kemandirian. namun realitas yang kita hadapi sekarang, implementasi program belum mencapai target yang diharapkan. hal ini terlihat dari semakin meroket dan tidak terkendalinya harga bahan pokok strategis kelompok komoditas volatile food (VF) terutama dari komoditas cabai merah.

Kenaikan harga cabai merah di Sumatera Utara khususnya Kota Medan menyumbang inflasi di bulan Agustus 2019 sebesar 0,27% man to man(mtm) dan 5,90% year to date(ytd). walaupun mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 0,95% (mtm) namun secara tahunan inflasi indeks harga konsumen (IHK) sumatera utara periode Agustus naik sebesar 0,18% (mtm) atau 6,47% (yoy) lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 6,28%(yoy) menjadi tertinggi di pulau Sumatera.( Wan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini