Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

ASN Bekerja di Rumah, Ini Tanggapan FJD

Tim Redaksi: Selasa, 27 Agustus 2019 | 09:28 WIB


Lubuk Pakam - Ada ada saja yang memunculkan wacana dengan alasan kemajuan teknologi seperti yang disampaikan salah seorang pemerhati masalah Birokrasi, Thukul JD pada 18 Agustus 2019 lalu di Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah yang mengatakan bahwa rencana ASN bekerja di rumah adalah bagus karena sudah ada kemudahan teknologi. 

Selain itu, banyak Pemda yang sudah menerapkan analisis layanan Sertifikat Elektronik bekerjasama dengan Balai Sertifikasi Elektronik pada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan menerapkan program E-Office.

Namun pernyataan tersebut banyak menimbulkan polemik dan dinilai tidak layak. Bahkan sejumlah organisasi jurnalistik juga menentang pernyataan tersebut, salah satunya adalah Forum Jurnalis Deliserdang (FJD).

Ketua FJD, Boby Lusaka Purba S. Sos saat dimintai tanggapannya, Selasa (27/08/2019) menyebutkan kalau wacana ASN bekerja di rumah sangat tidak layak.

"Saya tidak sependapat, sebab Aparatur Sipil Negara (ASN) itu bukan tenaga profesional atau semuannya terdiri dari Ahli-ahli IT, melainkan cenderung sebagai pelayan masyarakat," ujarnya, Selasa (27/8/19).

Sejak dulu, lanjut Boby, sebelum ada wacana  ASN diperbolehkan bekerja dirumah, sudah banyak ASN yang jarang masuk kantor, bahkan sampai yang datang hanya sebulan sekali hanya untuk sekedar mengisi daftar absensi kehadiran.

Masih kata Boby, saat ini wacana yang sebaiknya di tekankan adalah bagaimana meningkatkan kualitas ASN dan disiplin mereka dalam melayani masyarakat khususnya di Kabupaten Deliserdang.

"Masih banyak ASN bolos kerja, datang dia ke kantor tapi di kantor kebanyakan ngerumpi atau setengah hari sudah pulang, entar sore mau absen datang lagi. Mental-mental seperti ini yang mesti diperbaiki, bila disetujui pula kalau ASN bekerja di rumah, saya rasa kantor-kantor pemerintah yang megah dengan menghabiskan banyak uang akan mubajir saja," pungkasnya.
Ditambahkan Boby, kalau dampak buruknya tentu sangat banyak, dimana pelayanan masyarakat itu tidak akan baik dan kurang maksimal.
"Sudah pasti pelayanan tidak maksimal dan kinerja akan semakin buruk. ASN digaji bukan untuk duduk di rumah, bersantai-santai, tapi untuk melayanan masyarakat. Komunikasi dua arah secara langsung itu lebih baik daripada komunikasi menggunakan teknologi," tutupnya. (Wan). 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html