Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Dirut Pertanian Taput Tingkatkan Produktivitas Tani, Kerja Sama dengan Pemasaran Mikroba Google

Tim Redaksi: Sabtu, 09 Maret 2019 | 12:51 WIB

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pertanian Tapanuli Utara, Janpiter Lumbantoruan bersama pihak PT Organik Agro Sejahtera di tengah agenda penandatanganan kerjasama pemasaran mikroba google di Emerald Comercial Summarecon, Bekasi, Jawa Barat.
TAPUT | Direktur Utama Perusahaan Daerah Pertanian (PD Tani) Tapanuli Utara, Janpiter Lumbantoruan mengungkapkan pihaknya menjadi distributor pemasaran pupuk hayati "Mikroba Google" untuk wilayah Sumatera Utara melalui jalinan kerja sama yang ditandatangani dengan agen resmi PT Organik Agro Sejahtera di Emerald Comercial Summarecon Bekasi, Jawa Barat.

"Selain untuk menambah profit perusahaan melalui perluasan jaringan usaha, produk Mikroba Google juga telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian," terang Janpiter, Sabtu (9/3).

Disebutkan, melalui jalinan kerja sama yang ditandatangani pada 5 Maret 2019 itu PD Tani akan membantu ketersediaan pupuk berkualitas bagi pengusaha pertanian di wilayah Sumut, khususnya di Tapanuli Utara.

Sesuai hasil kesepakatan bersama agen, PD Tani selaku distributor akan memulai penjualan produk pada awal April 2019 untuk masing-masing jenis produk, seperti BioP2000Z yang merupakan pupuk berbahan baku ragam mikroba, Phosmit untuk nutrisi tambahan tanaman, Ferre Soil sebagai pupuk dasar organik, dan bibit padi Trisakti.

"Kecuali produk bibit padi Trisakti, seluruh produk dapat dipergunakan untuk semua jenis tanaman. Sangat bermanfaat," jelasnya.

Mikroba Google adalah pupuk yang mampu bekerja dan menemukan persoalan tanaman bak mesin pencari Google. Pupuk hayati tersebut merupakan hasil temuan Prof Ali Zum Mashar.

"Sebelumnya, salah seorang staf PD Tani telah menjalani pelatihan selama seminggu di Cinangka, Anyer, Banten, yang menekankan pada pemahaman akan keunggulan dan kualitas produk ini," jelas Janpiter.


Kualitas produk Mikroba Google yang telah diakui oleh banyak pihak, menurutnya, menjadi salah satu poin alasan pemilihan produk untuk dipasarkan.

"Harga produk di bawah Rp200 ribu per liter untuk jenis BioP2000Z dan Phosmit, sementara nilai jual Ferre Soil di bawah Rp30 ribu," ungkapnya.

Pupuk organik tersebut diharapkan menjadi solusi dalam peningkatan produksi pertanian. (AS)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html