Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Limbah Hotel Dibuang ke Sungai Belumai, Manajemen: Itu Sudah Sangat Steril

Tim Redaksi: Rabu, 13 Februari 2019 | 17:14 WIB

Aliran buangan Hotel menuju Sungai Belumai


KUALANAMU | Sejumlah Hotel berbintang berlokasi tidak jauh dari Bandara Kualanamu, seperti di Jalan Arteri / Sultan Serdang, diduga membuang limbah ke aliran Sungai Belumai. Kondisi ini sudah terjadi bertahun-tahun. Namun tetap mulus tanpa ada tindakan dari intansi terkait.

Warga berharap, hendaknya dilakukan tindakan karena limbah tersebut dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan. Apalagi sungai tersebut sebagai salah satu sumber kehidupan bagi warga sekitar, khususnya di Dusun I, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis.

“Sejak pihak Hotel mengalirkan limbah ke Sungai Belumai. Warga jadi enggan untuk mandi, cuci, termasuk untuk keperluan kakus (MCK). Sebab, ditakutkan bisa berdampak dan menimbulkan penyakit,” beber seorang warga yang enggan dipublikasikan namanya, Rabu (13/2/2019) pagi.

Disoal apa bukti bahwa pihak hotel membuang limbah ke sungai, sumbe tersebut mengatakna, mereka ada menemukan saluran parit menghubungkan hotel hingga ke sungai. Dari dalam parit tersebut, saban hari mengalir air yang aromanya kurang sedap.

“Hal seperti itu, beberapa hotel yang terlihat jelas, salah satunya Prime Plaza Hotel dan lainnya. Itu terlihat setiap hari limbahnya dibuang ke sungai melaui saluran paret tersebut,” tuding warga tadi diamini jirannya.


Pihaknya berharap pemerintah terkait, khususnya Pemkab Deliserdang melakukan peninjauan. Karena tidak tertutup kemungkikan izin pembuangan limbah tersebut belum ada. “Kalau tak ada izin, harusnya lakukan penindakan. Kalau tidak salah, beri penjelasan, sehingga warga tidak was-was seperti saat ini,” terang sumber tersebut.

Publik Relation Prime Plaza Hotel, Dewi Sartika yang dikonfirmasi via telpon seluler, Rabu (13/2/2019) sekitar pukul 11.30 wib membantah tudingan warga tersebut. Katanya, air yang dibuang ke Sungai Belumai dari saluran parit tersebut menurutnya tidak lagi masuk kategori limbah, melainkan air yang sudah sangat steril dan tidak bau seperti yang dituduhkan.

Alasan Dewi, sebelum dibuang, mereka sudah ada melakukan proses. Termasuk melakukan pengelolaan filterisasi limbah dalam tiga tahapan di areal hotel. “Sehingga air limbah yang terbuang sudah siteril dan tidak berdampak pada lingkungan lainnya. Bisa kita perlihatkan cara proses penyaringan kalau diperlukan. Ini semua mungkin karena ketidak pahaman saja,” pungkasnya. (wan)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html