Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ibu Ini Pulang ke Rumah Tinggal Tulang Belulang, Susul Putrinya ke Liang Kubur

Tim Redaksi: Minggu, 10 Februari 2019 | 21:03 WIB


Jasad Sangrita Dewi tinggal tulang belulang
Jasad Sangrita Dewi tinggal tulang belulang

MEDAN │Berniat mau melihat putrinya yang dikabarkan sudah meninggal, Sangrita Dewi (38) warga Jalan S. Parman, Gang Sawo, Kota Medan, justru meregang nyawa. Wanita berdarah India ini tewas di perairan Rupat Kepulauan Riau (Kepri) pada hari Kamis (22/11/2018) lalu dan baru bisa dipulang ke rumah duka Minggu (10/2/2019) pagi tadi.

Kondisi Sangrita Dewi sudah tak dapat dikenali lagi. Sebab tubuhnya yang tersisa tinggallah tulang belulang yang disimpan dalam peti mati. Keluarga yang merima jasad korban pun hanya bisa pasrah. Apalagi, upaya berbulan-bulan untuk memulangkan jenazah selama ini tak bisa karena kemampuan ekonomi.

Keterangan dihimpun,  Sangrita Dewi merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negeri jiran, Malaysia. Mendapat kabar putrinya, Puja Citra Dewi (17) meninggal dunia akibat terjatuh saat mengambil buah mangga dari pohonnya pada 21 November 2018, Sangrita Dewi tak kuasa menahan pilu.

Kata Rames, Wakil Ketua group sosial ISC (Indian Sosial Community) yang turut membantu pemulangan jasad Sangrita Dewi. Karena paspornya sudah kedaluarsa, Sangrita Dewi tak bisa pulang lewat jalur udara. Sehingga di a nekat menggunakan jalur laut, yakni naik kapal tongkang.


Ternyata, kapal tongkang yang ditumpangi Sangrita Dewi karam di lautan. Lebih lanjut, Rames menjelaskan, berdasarkan info pemberitaan di yang beredar di youtube, mereka ada melihat perahu yang tiba di Peraiaran Kepulauan Rupat (Riau). Kapal bermuatan berkisar 20 penumpang itu, karam ke dasar laut. "Kami tidak tau jelas yang pasti jenazahnya. Itu ditemukan terapung di Selat malaka, Kepulauan Rupat (Riau) oleh para nelayan, dan info tersebut diteruskan ke pihak kepolisian setempat," ungkapnya.

Selanjutnya oleh tim Badan SAR Nasional dan pihak kepolisian,  berhasil mengidentifikasi korban setelah melakukan tes DNA dalam waktu yang cukup lama. “Setelah dua bulan berproses barulah pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi korban dan kemarin memberi tahu pihak keluarga,” katanya lagi.

Tiba di rumah duka
Namun karena pihak keluarga kekurangan dana untuk memulangkan korban, pihak keluarga lalu meminta bantuan kepada ISC (Indian Social Community) agar dapat memulangkan jasad korban ke kampung halamannya.

Mendengar kabar tersebut, Tim ISC segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian Bengkalis dan RS Bhayangkara Bengkalis untuk pemulangan jasad korban. "Jadi untuk segala biaya transportasi dan semua administrasi menjadi tanggung jawab pihak ISC seutuhnya, hingga jasad korban tiba dikediaman dan dimakamkan secara keagamaan,"pungkasnya.(tim)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html