loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Dua Kubu Organisasi Bentrok Berdarah di Pancurbatu

Tim Redaksi: Minggu, 11 November 2018 | 13:07 WIB

salah satu kubu yang melakukan penyerangan terlihat masing-masing membawa klewang
DELISERDANG|Sedikitnya lima orang mengalami luka bacok karena terlibat baku hantam di Jalan Jamin Ginting Km 17 Kecamatan Pancurbatu, Sabtu (11/11/2018).

Kelima orang yang terkena sabetan senjata tajam dan benda tumpul sehingga harus dilarikan ke rumah sakit itu ialah Yustin Surbakti alias Pio (30) warga Pancurbatu, Yusuf Sitepu (37), Ijul Frendi Sembiring (25), Edi Yonatan Bangun (35) warga Dusun Namo Salak, Desa Lama, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Imanuel Gurusinga (39) warga Desa Durin Simbelang, Pancurbatu.

Yustin Surbakti alias Pio terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Coloumbia Asia, Jalan Listrik Medan karena luka bacok di kedua tangannya.

Sedangkan Imanuel Gurusinga mengalami luka bacok pada bagian kepalanya. Korban yang lainnya, mengalami luka bacokan pada tangan dan hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan penyelidikan terkait motif bentrokan tersebut. Namun, dugaan sementara, bentrok berdarah tersebut disebabkan perebutan lahan.

Informasi beredar, Sabtu (10/11/2018), terjadinya bentrokan siang itu ketika kelompok pemuda yang diketuai Yustin Surbakti alias Pio bertemu dengan kelompok pemuda yang dikomandoi Edi Yonatan Bangun (35) di Jalan Simpang Namorih, Pancurbatu.

Cek-cok mulut yang berujung bentrok tersebut pun tidak terhindarkan, karena masing-masing kelompok ini diduga telah bersiap untuk berduel.

Hal tersebut semakin dikuatkan dengan senjata tajam dan benda keras yang telah dipersiapkan masing-masing kelompok.

Masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian tidak berani melerai dan hanya memilih menghindar karena takut menjadi sasaran pertikaian kedua kelompok tersebut.

Sementara petugas Polsek Pancurbatu dipimpin langsung Kapolsek, Kompol Faidir Chan SH MH bersama Kanit Reskrim Iptu Pol Suhaily Hasibuan SH MH yang menerima laporan terkait bentrokan tersebut langsung terjun ke lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan dan penanganan.

Tidak sampai di situ, untuk membantu tugas Polsek Pancurbatu dalam meredam aksi pertikaian kedua kelompok tersebut, personil Polrestabes Medan dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi terjun langsung ke lokasi.

Selain korban luka, pada bentrokan berdarah itu, satu unit sepeda motor jenis matic milik salah satu kelompok pemuda hangus terbakar.

“Sebelumnya, atas nama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pancurbatu, kita sudah berusaha memediasi kedua kelompok ini agar saling menahan diri untuk tidak melakukan aksi kekerasan. Namun, sepertinya sulit untuk mendapatkan win-win solution (solusi terbaik). Karena masing-masing kelompok mengaku memiliki mandat resmi dari pihak yang bersangkutan,” ujar Kapolsek Pancurbatu, Kompol Faidir Chan SH MH.

Ketika ditanya lebih jauh tentang hasil penyelidikan sementara terkait pemicu bentrok berdarah, orang nomor satu di Mapolsek Pancurbatu ini mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan karena penyelidikan masih berlangsung.

“Namun, dugaan sementara motif bentrokan di antara kedua kelompok pemuda itu terkait soal perebutan lahan,” katanya tanpa menjelaskan secara mendatail lahan yang dimaksud.

Sementara itu, ratusan pemuda dari salah satu kelompok bertikai yang memadati halaman Rumah Sakit H Adam Malik Medan untuk melihat rekannnya yang dirawat sempat terpancing emosi dan akan melakukan serangan karena mendengar kabar tentang adanya serangan susulan dilakukan pihak lawan ke kediaman keluarga rekannya.

Namun, hal itu urung dilakukan dan para pemuda itu bisa menahan diri setelah ditenangkan oleh Kasat Sabhara Polrestabes Medan, Kompol Sony W Siregar didampingi tokoh masyarakat Pancurbatu, Sumbul Sembiring bahwasanya berita itu hanya isu saja.

Kendati demikian, para pemuda itu meminta sekaligus berpesan kepada pihak Kepolisian, agar profesioanl dan mengusut tuntas persoalan bentrokan tersebut.

“Kami hanya minta polisi bekerja secara profesional dan tidak berat sebelah. Pihak kepolisian juga harus tanggap dalam upaya memediasi perdamaian di antara kedua kelompok pemuda yang bertikai itu. Tujuannya agar tidak kembali terjadi bentrok susulan,” kata salah seorang pemuda.(*)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html