loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Sungai Meluap, Tiga Desa di Padangbolak Tenggara Terencam Banjir

Tim Redaksi: Jumat, 12 Oktober 2018 | 20:51 WIB

Sungai Panantanan meluap, rumah warga, Jalan penghubung desa, Ponpes dan lahan pertanian di luat Siunggam tergenang banjir.


PALUTA
-Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) sejak beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Panantanan meluap, Jumat (22/10/2018). Akibatnya, sejumlah rumah warga, Pondok Pesantren, jalan penghubung desa dan lahan pertanian warga di tiga Desa di Luat Siunggam, Kecamatan Padangbolak Tenggara terendam banjir.

Ketiga desa itu yakni, Desa Siunggam Jae, Desa Siunggam Tonga dan Desa Siunggam Julu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir itu, namun kerusakan dan kerugian dipastikan menimbulkan kerugian materi yang cukup besar, namun belum bisa dipastikan karena air masih terus menggenangi wilayah Siunggam dan sekitarnya.

Salah seorang warga setempat, Ali Yahya mengatakan, meluapnya Sungai Panantanan dikarenakan curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari berturut-turut di wilayah Paluta. "Sungai Panantanan ini meluap pukul 05.00 dini hari tadi. Air menggenagi sejumlah pemukiman warga dan jalan penghubung di luat Siunggam dan sekitarnya. Hingga Jumat (12/10/2018) sekitar pukul 10.00 hujan masih menguyur daerah Siunggam dan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Siunggam Jae, Raja Amas Daulay menerangkan, luapan Sungai Panantanan saat ini telah menggenangi jalan penghubung dan pemukiman warga. Jika hujan tetap turun dalam beberapa hari ke depan, maka diperkirakan debit air semakin berbahaya. "Saat ini saja sungai sudah kotor, sampah memenuhi sepanjang aliran sungai," terangnya.

 Ia juga menyebutkan, jika air yang menggenangi lahan tidak juga surut dipastikan dalam waktu dekat lahan pertanian masyarakat akan rusak. "Saat ini, para petani menunggu air surut untuk melakukan perbaikan sawah mereka yang sudah terendam banjir," jelasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Paluta Ridwan Effendi Daulay melalui Kabid Kedaruratan Nuar Siregar menerangkan, luapan air itu telah menggenangi pemukiman warga, asrama santri di Ponpes Pintu Padang, jalan penghubung desa dan lahan pertanian masyarakat.

Saat ini, katanya, Ia bersama personil BPBD telah turun ke lokasi untuk memantau perkembangan terkini tentang dampak dan bahaya yang diakibatkan luapan Sungai Panantanan itu. (GNP)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html