loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Kepala Syahbandar Tanjungpandan Jadi Korban Tewas Tragedi Lion Air

Tim Redaksi: Senin, 29 Oktober 2018 | 20:29 WIB


Istri Histeris Berulang Kali Jatuh Pingsan
 
Capt Muas Efendi Nasution bersama keluarga

MEDAN UTARA- Suasana duka menyelimuti rumah duka Kepala Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpandan, Capt Muas Efendi Nasution (57) di Komplek Griya Bestari, Blok A No. 2, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Senin (29/10).

Muas Efendi Nasution akrab disapa Muas merupakan salah satu penumpang Pesawat JT 610 tujuan Jakarta - Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang. 

Rumah bercat kuning dengan dipadu pagar berwarna hitam merupakan kediaman Muas. Tampak telah ramai dikunjungi sanak saudara dan kerabat dekat untuk mengucapkan belasungkawa. Istri Muas, Mardiana Harahap yang tak kuasa menahan isak tangis.

Dengan kondisi lemas tak berdaya menahan air mata, Mardiana yang sempat jatuh pingsan mendengar kabar suaminya bagian dari penumpang yang turut tewas dalam musibah itu, hanya bisa meratapi kesedihan.

Para kerabat dekat dan tetangga, mencoba memberikan ketenangan kepada Mardiana atas musibah naas tersebut. "Ibu (Mardiana) tadi dapat telepon dari anggota bapak (Muas), katanya pesawat yang ditumpangi bapak hilang kontak, Ibu lihat televisi langsung pingsan dan shok," ungkap Eka Afriyani anak sulung korban. 

Di sela - sela suasana duka menyelimuti, tampak silih berganti sanak saudara, kerabat dekat dan tetangga yang hadir, kondisi Mardiana tak kuasa menahan musibah yang menimpa suaminya, akhirnya, memutuskan berangkat ke Jakarta untuk mencari kabar pasti tentang musibah jenazah suami tercintanya.

"Kami benar - benar tak menyangka, bapak sebelumnya datang ke Medab, karena ada acara arisan alumni SMA nya di Brastagi, tadi subuh berangkat cepat karena ada rapat mendadak di Bangka Belitung tempat tugas bapak, kami seakan tak percaya kalau di pesawat itu ada bapak," ungkap Eka dengan nada sedih.

Dengan kondisi sedang hamil muda, Eka merasa kehilangan ayah tercintanya, selama ini, ayahnya merupakan orang tua yang gigih dan mempunyai motivasi untuk keluarga.

"Tidak ada gejala aneh, semalam bapak pergi ke Brastagi sama ibu juga, ibu cerita bapak terhibur kali di acara arisan reuni itu, makanya kami tak menyangka hari ini bisa terjadi," kata Eka tak kuasa menahan tangisan.

Begitu juga dirasakan tetangga dekat korban, selama ini Muas merupakan orang yang baik dan dermawan di lingkungan kompek tempat tinggal mereka, bahkan mereka tidak percaya musibah yang menimpah Muas.

"Saya kemarin, sebelum ke Brastagi, sempat mau ngajak saya sambil seloro. Bapak ini orangnya suka becanda. Istriya tadi lagi duduk sama saya di teras, begitu dapat telepon, ibu itu langsung menjerit," kata Niar tetangga korban.


Periang dan Berjiawa Sosial
 
Capt Muas Efendi Nasution bersama istri.jpg
Musibah yang menimpa Muas Efendi Nasution salah satu penumpang Pesawat Lion JT 610, teman - temannya satu alumni SMA Negeri 2 Padangsidimpuan merasa kehilangan sosok Muas yang memiliki sikap periang dan berjiwa sosial.
[CUT]
"Semalam kami baru sama di acara arisan seluruh alumni di Brastagi, saya sempat nyanyi dan tertawa bersama, dia (Muas) orangnya sosialnya tinggi, suka becanda, bahkan kalau ada kawan alumni yang susah pasti cepat bantu," ungkap Kurnia Siregar.

Dikatakan Kurnia, walaupun Muas memiliki pekerjaan sebagai orang terpandang, dirinya selalu rendah hati kepada teman - teman di alumni. Bahkan, Muas juga aktif dalam kegiatan organisasi alumni di SMA Negeri 2 Padangsidimpuan.

"Beliau juga wakil alumni untuk angkatan dan seluruh alumni, kalau ada kegiatan, beliau pasti cepat dan suka membantu untuk dana. Kami merasa kehilangan sosoknya yang sosial dan dermawan," sebut Kurnia.

Hal senada juga dikatakan, Edison Hutahean, sejak dirinya bersahabat di bangku SMA, sosok Muas memiliki kepribadian periang dan perhatian dengan kesusahan teman - temannya. Musibah, itu seakan membuat mereka tidak percaya, harus kehilangan orang yang mereka senangi.

"Dia (Muas), orangnya suka hiburan, kemarin saya lihat dia, memang agak lain, biasanya suka, tapi tidak biasanya. Mungkin itu sudah petanda, tapi, saya tidak menyangka saja, kalau hari ini, dia ikut dalam musibah di pesawat itu," ungkap Edison.

Begitu juga dirasakan Masnilam Lubis, wanita yang juga satu alumi dengan Muas, seakan tak percaya dengan musibah itu. Selama ini, Muas adalah sosok yang senang membantu sesama teman di alumni sekolah.

"Jujur aja, kalau lihat kebaikan dia, sudah tidak terhitung. Kalau ada acara, pasti dia cepat, bahkan, dia rela uang habis, asal teman - temam senang. Saya dengan beliau sudah seperti suadara, makanya saya tak menyangka, hari musibah ini bisa terjadi," ungkap Masnilam sedih. (mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html