loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Kapolrestabes Medan: Police Line Diskotik Ice Cream Garden tak akan Dibuka

Tim Redaksi: Rabu, 19 September 2018 | 21:53 WIB

Police Line Diskotik Ice Cream Garden tak akan Dibuka
MEDAN-Pasca digerebek Polrestabes Medan, diskotik Cream Garden di areal komplek MMTC Jalan Selamat Ketaren (Jalan Pancing-red) Kelurahan Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan masih terpasang garis polisi (police line).

"Police line tidak akan dibuka sebelum penyelidikan kasusnya selesai," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi kepada wartawan, Rabu (19/9/18) sore.

Tambah Kapolrestabes Medan, jika ada permohonan dari pihak tersangka itupun harus melalui ketentuan dan aturan yang ada.

Menurut informasi, beredar kabar ada pihak ketiga yang berkeinginan membuka police line dengan cara melobi petinggi di Sat Reskrim Polrestabes Medan.

Sebelumnya, Polrestabes Medan menggerebek ruko yang diduga menyediakan arena pesta narkoba dan seks anak dibawah umur di Ice Cream Garden Komplek MMTC Jalan Selamet Ketaren, Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (11/8) tengah malam.

Dalam penggerebekan itu polisi mengamankan 56 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Tak ketinggalan dua orang pemilik dan pengelola usaha Salim Wongso dan Julia Lim ke Polrestabes Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pasca menggerebek ruko yang diduga pesta narkoba dan seks bebas terhadap anak dibawah umur di Kafe Ice Garden Komplek MMTC, Sat Reskrim Polrestabes Medan resmi menetapkan pemiliknya sebagai tersangka.

Dijelaskannya adapun pemilik yang ditetapkan tersangka yakni Salim Wongso dan Julia Lim.

“Kita kenakan Pasal 88 jo Pas 76I Undang-Undang Perlindungan Anak (UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002) tentang Perlindungan Anak),” ujarnya.

Pasal 76I UU Nomor 35 Tahun 2014 menyatakan bahwa setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara. (jo)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html