loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Terlibat Kasus Sabu Rp200 Miliar, Anggota DPRD Langkat, Kepala Kantor Pos dan Kadus Diciduk BNN

Tim Redaksi: Senin, 20 Agustus 2018 | 00:47 WIB

Salah seorang tersangka yang diboyong BNN
Citra lembaga terhormat DPRD Langkat kembali tercoreng. Kali ini lantaran ditangkapnya salah seorang anggota legislatif tersebut oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat.

Anggota DPRD Langkat tersebut berinisial  IM (45) warga Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

Selain IM, petugas BNN juga mengamankan enam warga lainya. Keenam orang tersebut adalah US (43) Kepala Dusun di Desa Paya Tampak, Kec pangkalan Susu, Hen (45) warga Lorong Abdi Desa Sei Siur, Pangkalan Susu diketahui menjabat Kepala Kantor Pos di wilayah Teluk Aru, Ham (47) Warga Desa Paya Tampak, Pangkalan Susu, bekerja sebagai sopir.

Yan (40) warga Desa Pintu Air, Kecamatan Pangkalan Susu, IJ (45) penduduk Desa Paya Tampak, Pangkalan Susu dan Ia (40) warga Desa Pintu Air, Kecamatan Pangkalan Susu.

Informasi yang dirangkum metrolangkat, grup Metro-Online.Co di JOIN menyebutkan, penangkapan IM dan rekan-rekannya merupakan hasil pengembangan penangkapan sabu-sabu seberat 150 kg oleh petugas BNN di kawasan Perairan Sei Lepan wilayah hukum Polsek Pangkalan Brandan.

Hasil penyelidikan petugas, barang bukti sabu-sabu seharga lebih kurang Rp. 200 milyar tersebut, melibatkan oknum anggota DPRD Langkat IM. Selanjutnya petugas BNN bergerak cepat.

Minggu (19/8) sekitar pukul 16.30 wib,  petugas mendapati IM dan teman-temannya sedang berada di dermaga TPI Pangkalan Susu di Jln Pelabuhan, Kelurahan Beras Basah, Pangkalan Susu.

Saat IM dan teman-temannya turun dari dalam Boat yang dinaiki, petugas langsung bergerak menangkapnya. Tanpa melakukan perlawanan apapun, IM dan teman-temannya pasrah dilingkari borgol kedua tangannya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, petugas yang tak ingin memberikan keterangan kepada wartawan inipun langsung bergerak pergi sambil membawa ketujuh orang tersebut.

Sayangnya, hasil liputan ini belum mendapat konfirmasi resmi dari BNN.  informasi berkembang di lapangan, IM dan kawan-kawan sedang diboyong ke Aceh guna pengembangan kasus guna meringkus  semua jaringannya.

Begitu juga dengan IM, nomor teleponnya tak kunjung bisa dihubungi. (join)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html