loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Rekontruksi Oknum Pendeta Habisi Nyawa Jemaat Digelar 17 Adegan

Tim Redaksi: Kamis, 12 Juli 2018 | 21:58 WIB



Deliserdang - Terkait oknum pendeta di salah satu gereja berinisial HS (53) yang menghabisi nyawa Rosalia Cici Maretini Siahaan alias Cici (21) jemaatnya, personil Sat Reskrim Polres Deliserdang menggelar 17 adegan rekontruksi di Lapangan Bola Mapolres Deliserdang pada Kamis (12/7).
       
Dalam 17 adegan yang bermodus cemburu itu HS terlihat berlinang air mata seolah teringat dengan peristiwa yang dilakukannya sendiri terhadap korban pada Kamis (31/5) sekira pukul 11.30 Wib lalu di Jalan Pendidikan, Dusun XII, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa.

Sebelumnya HS dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo tiba di Gereja. Tak berapa lama kemudian, korban yang sudah tiga tahun menjadi jemaat pada gereja yang berdiri sekitar lima tahun itu tiba digereja dengan mengendarai sepeda motor Yamahan Jupiter Z1 BK 4440 SAA. Tiba di gereja, HS langsung mengunci pagar gereja.

Tak sampai setengah jam, warga dikagetkan dengan jeritan minta tolong dari dalam kamar mandi gereja.Meski warga sekitar mendengar teriakan korban, namun warga tak bisa masuk karena pintu pagar terkunci. Meski tak bisa masuk, tapi jeritan minta tolong korban jadi perhatian warga sekitar. T boru Silaban (40)  tante korban yang sejak pagi datang karena ditelepon HS mendatangi gereja. Saat warga sekitar berteriak memanggil HS dan menyahut dari dalam jika korban masih mandi dan agar ditunggu.

Tante korban dan warga sekitar pun menunggu. Tapi korban anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan suami istri M siahaan dan S boru Nasution itu tak muncul. Lamanya korban mandi membuat warga makin curiga. Tanpa memanggil lagi, tante korban dan warga sekitar melompati pagar dan masuk ke halaman sebelah kanan gereja. Saat korban dipanggil lagi, HS keluar dan menjawab jika korban lagi mandi. Kecurigaan warga makin tinggi karena mendengar suara jeritan dari dalam. Tapi lagi-lagi HS menjawab warga jika suara yang berasal dari dalam adalah suara kucing.

Kecurigaan warga terjadi sesuatu pada korban akhirnya terbukti. Tante korban melihat kepala korban tergeletak dekat pintu kamar mandi. Spontan dirinya langsung berteriak jika korban terlihatnya sudah tewas diduga dibunuh HS. Tanpa dikomando warga berniat mendobrak pintu kamar mandi.

Tapi sebelum warga melaksanakan niatnya, HS yang sadar jika aksinya terungkap, berpura-pura permisi kepada korban jika HS pergi dulu untuk membeli nasi. Warga yang tak menyangka HS membunuh korban itu membiarkan saja ketika HS pergi dengan mengendarai sepedamotornya.

Disaat waktu yang hampir bersamaan, warga mendobrak pintu kamar mandi dan melihat korban tewas dengan berlumuran darah.

Kehebohan pun terjadi, tanpa dikomando warga langsung berkerumun di sekitar gereja. Selang tak berapa lama, personil Polsek Tanjung Morawa dan Polres Deliserdang tiba kelokasi melakukan penyelidikan dan disusul Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan, Kasat Teskrim AKP Ruzi Gusmana.

Untuk memudahkan olah tempat kejadian perkara, polisi memasang garis polisi (police line) dilokasi kejadian. Korban pun dibawa ke Rumah Sakit Bhyangkara, Medan untuk keperluan otopsi. Barang bukti berupa pisau, alu yang ada bercak darah dan rambut, helm bercak darah diamankan.

HS Diamankan Dari Pancur Batu
Selang lima jam kemudian usai melarikan diri dari lokasi kejadian, oknum pendeta berinisial HS warga Kecamatan Galang berhasil diamankan dari kawasan Pancur Batu tanpa perlawanan.

Saat diinterogasi petugas, HS mengakui jika dirinya melakukan aksi yang diawali karena rasa cemburu terhadap korban Rosalia Cici Maretini Siahaan alias Cici. Pasalnya korban mempunyai hubungan asmara dengan seorang pria. Rasa cemburu itu timbul karena selama ini HS sudah memiliki hubungan asmara dengan korban.
       
Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruzi Gusman melalui Kanit Idik I Iptu Natanail Sitepu mengatakan jika peristiwa itu diawali dengan motif cemburu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, HS dijerat dengan Pasal 340 subsider 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati. "Motifnya cemburu," tegas
Natanail Sitepu. (manahan)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html