loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Warga Palas Apresiasi Lagu "Saya Indonesia, Saya Anti Hoax"

Tim Redaksi: Selasa, 17 April 2018 | 12:05 WIB


Sejumlah elemen warga masyarakat di Kabupaten Padang Lawas (Palas) memberikan apresiasi dan menyambut baik atas munculnya lagu berjudul, "Saya Indonesia, Saya Anti Hoax", ciptaan Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpaw. 

"Kami bersama seluruh elemen warga masyarakat di Kecamatan Sosa, memberikan apresiasi dengan adanya lagu, Saya Indonesia, Saya Anti Hoax, yang diciptakan oleh Kapoldasu," sebut Camat Sosa, H. Asnan Lubis, kepada wartawan, Selasa (17/4/2018).

"Selain lirik lagu dan lantunan irama musiknya yang saya nilai kekinian, pesan-pesan moral yang disampaikan juga saya analisa tepat disampaikan kepada masyarakat yang kini mendominasi era digital," lanjutnya.

Dikatakan Asnan Lubis, ia bersama sejumlah warga elemen masyarakatnya pernah memutar lagu ciptaan Kapoldasu tersebut secara bersama-sama, yang merupakan pesan moral yang harus ditanamkan bagi setiap orang utamanya di Kabupaten Palas. 

Menurutnya, seluruh elemen sepakat harus melawan 'hoax' atau berita bohong apalagi bertujuan untuk provokasi dan kerap ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Senada itu, Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Palas, Nismaryanto Daulay menyebutkan, lagu "Saya Indonesia, Saya Anti Hoax" harus di viralkan, karena hal tersebut salah satu usaha dan upaya menyosialisasikan 'hoax' dengan harapan masyarakat lebih memahami dan menghindari berita-berita 'hoax' tersebut. 

"Kami menilai, perlunya dilakukan koordinasi secara intens antara jajaran Polri dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh stakeholder untuk menyebarluaskan lagu ini," tambahnya.

"Keberhasilan seorang pimpinan dalam menjalankan tugas adalah bagaimana pemimpin itu bisa menciptakan keamanan ketertiban masyarakat yang kondusif, sehingga masyarakat bisa hidup rukun dan damai," sebutnya.

Untuk itu, mereka mengajak masyarakat luas agar kiranya untuk tidak memviralkan sebuah berita sebelum isi berita tersebut di cek kebenarannya.

"Atau seluruh informasi yang diterima harus lebih dahulu diteliti kebenaran dan keakuratannya. Kami anti hoax dan kami melawan berita bohong," pungkasnya. (pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html