loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Lawan Petugas Pakai Parang, Kaki Feri Didor

Tim Redaksi: Rabu, 04 April 2018 | 19:06 WIB

3 Pelaku serta barang bukti saat diamankan Petugas unit Jatanras

Unit Jahtanras Polres Asahan terpaksa melakukan tindakan tegas dengan cara menembak kedua betis kaki Feri Sanjaya alias Naden (32) warga jalan Masmansyur, Kisaran.

Hal itu dilakukan karena pelaku Feri Sanjaya berusaha melawan petugas menggunakan sebilah parang saat akan ditangkap tim yang dipimpin langsung Kanit Jahtanras Ipda Khomaini S.TK, Rabu (4/4/2018) sekira pukul 14.00 WIB.

“Pelaku ini merupakan residivis bongkar rumah yang sudah sangat meresahkan warga sekitar tempat tinggalnya. Pelaku ditangkap bersama kedua rekannya, masing masing Nurdian Jani Siagian alias Dian (35) warga jalan Chairil Anwar No.55 Lingkungan 5 Kelurahan Kisaran Baru Kecamatan Kisaran Barat  dan Edy Syahputra alias Putra Gagap (35) warga jalan Wiliem Iskandar Gang Perabot Kecamatan Kisaran Timur Asahan,” kata Kasat Reskrim AKP M Arif S.IK didampingi Ipda Khomaini.

Diungkapkan Arif, awal penangkapan ketiga pelaku berdasarkan laporan Ahmad Zulhanuddin, warga Komplek Perumahan Rumas Sakit Umum Ibu Kartini Kelurahan Sei Ranggas Asahan ke pihaknya.

Dalam laporan tersebut, korban mengaku menjadi korban pencurian pada hari Jumat (23/3) lalu dan kehilangan sejumlah barang berharga seperti 1 unit laptop merk Acer , perhiasan emas berupa cincin, jam tangan, 1 kotak Handphone android, uang tunai Rp 10.000.000,- dan beberapa lembar uang ringgit.

Usai menerima laporan korban, pihaknya langsung melakukan olah TKP dan menanyai saksi saksi. Tak lama, dari laporan seorang warga, Fery Sanjaya diketahui menawarkan satu unit laptop merk Acer.

“Terus kita pancing, kita ajak transaksi. Setelah kita pastikan laptop tersebut dengan ciri ciri milik korban, saat itu pelaku langsung kita bekuk. Dari pengakuan pelaku, dia main berdua sama pelaku Edy. Mereka jual sebagian hasil curian kepada Putra gagap. Si dian ini juga residivis kasus bongkar rumah dan si putra selain penadah, dia juga pemain curanmor,” tutur Arif.

“Para pelaku masuk dengan cara merusak pintu depan rumah. Boleh dikatakan kondisi keamanan warga kota kisaran bisa sedikit aman dari aksi pembongkaran rumah. Karna kedua pelaku itu diketahui sebagai spesialis bongkar rumah dan curanmor,” tambahnya.

“Yang lain sudah kami jual. Uangnya udah habis kami bagi bagi. Iya bang (beli sabu, red) sama buat happy happy. Dua kali masuk penjara karna bongkar rumah, sekali karena sabu. Habis gak ada kerjaan lagi bang,” ujar Fery Sanjaya, pria kurus yang dikenal dengan panggilan Naden di kalangan pelaku kejahatan di kota kisaran dari balik jeruji Satreskrim Polres Asahan.(rial)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html