Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kabupaten Pakpak Bharat Rayakan Paskah Oikumene Tahun 2018

Tim Redaksi: Rabu, 18 April 2018 | 16:02 WIB

   
Dengan mengangkat tema “Karya Terbesar” (Yohanes 3:16), Pengkhotbah pada Perayaan Paskah Oikumene Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2018 ini, Pastor Kardiaman Simbolon, O.Carm, menekankan bahwa karya terbesar bukanlah penemuan manusia.

"Karya terbesar adalah Allah mengasihi dan mencintai manusia," sebutnya di hadapan seluruh hadirin di Gedung Balai Diklat, Cikaok, Kecamatan STTU Julu, Selasa (17/4/2018).

Dia juga mengutarakan bahwa jika kita mencintai, maka harus siap untuk terluka.

"Ketika tidak siap terluka, maka kita tidak sungguh-sungguh mencintai. Sehebat apapun kita membangun, jika tidak disertai cinta maka akan cepat hancur. Cinta membutuhkan pengorbanan, dan persoalan terbesar saat ini di seluruh dunia adalah ketiadaan rasa cinta," ujarnya di depan Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M.Fin, MBA, Kapolres, AKBP Ganda MH Saragih, SIK, bersama perwakilan Forkopimda, jajaran DPRD Kab. Pakpak Bharat, para pimpinan OPD, pimpinan dan perwakilan instansi vertikal serta ribuan jemaat dari seluruh Kecamatan se-Kabupaten Pakpak Bharat yang memadati lokasi acara.

Sementara, Bupati Pakpak Bharat Remigo Berutu dalam kesempatan ini mengajak seluruh elemen yang hadir untuk memaknai arti Paskah yang sesungguhnya.

"Masing-masing punya perspektif akan arti Paskah dan saya yakini pasti baik," katanya.

Remigo mengatakan, bagi dirinya Paskah merupakan kemenangan karena kebangkitannya dan membawa kasih bagi semua.

"Kita harus menjadi orang yang baik dan membawa nilai untuk semua," ungkapnya.

Tak lupa Bupati Remigo mengapresiasi Kirab Obor Paskah Nasional yang tiba di Kabupaten Pakpak Bharat.

"Terima kasih, karena kami di pinggiran ini masih diingat untuk dilewati dalam kegiatan Kirab Obor Paskah Nasional untuk berkeliling Indonesia," tandasnya.


Sebelumnya juga Bupati bersama perwakilan Forkopimda yang diwakili Kapolres dan Pengkhotbah melakukan penyalaan obor yang apinya berasal dari Obor Paskah Nasional yang dikirabkan, dan selanjutnya obor tersebut diletakkan di depan para hadirin di lokasi perayaan.

Acara paskah ini juga diisi dengan ibadah, fragmen, koor, doa syafaat, sambutan, dan pengundian lucky draw sekaligus penyerahan hadiahnya.

Panitia Paskah Nasional yang hadir dalam acara ini, yaitu Teddy Matheos, SE, MM, Ketua Kirab Obor Nasional, dan Ir. Santiamer Silalahi, Sekretaris Steering Comittee, melakukan penyematan Pin Paskah kepada Bupati, Kapolres, perwakilan Forkopimda, Sekda, Kepala Kankemenang, Pengkhotbah, Wakil Ketua DPRD, Edison Manik, SE, dan perwakilan undangan lainnya. (Kominfo Pb)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait