Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Terkait Siswa Kesurupan, Bupati Karo Minta Kadis Pendidikan Peka dan Tanggap

Tim Redaksi: Kamis, 29 Maret 2018 | 21:19 WIB


Sebagai bentuk kepedulian Pemkab Karo, terhadap dunia pendidikan terkait adanya kejadian kesurupan yang dialami oleh sejumlah siswa-siswa SMP Negeri 1 Payung Kecamatan Payung Kabupaten Karo, Rabu (28/3/2018) kemarin, Bupati Terkelin Brahmana menginstruksikan Kadis Pendidikan Eddi Surianta Surbakti, agar tanggap dan peka terhadap kejadian tersebut.

Demikian diungkapkan Bupati Karo ketika dihubungi melalui seluler, Kamis (29/3/2018).

"Tidak bisa kita pungkiri, mungkin saja anak siswa/i yang kerasukan roh itu, pikiran dan jiwanya lemah saat itu, dalam arti kosong hingga kerasukan roh halus. Jika seseorang selalu berdoa dan dilandasi iman yang kuat, kerasukan roh halus mustahil. Saya sudah tugaskan Kadis pendidikan pagi ini via ajudan agar segera mengecek ke SMPN 1 Payung," tegas Bupati.

"Saya minta ngecek bagaimana situasi proses belajar mengajar pasca kerasukan tersebut, apakah masih tetap berjalan, dan segera carikan solusi jika belum normal terhadap lingkungkan sekolah tersebut," lanjutnya 

Sementara, Kadis Pendidikan Eddi Surianta Surbakti mengatakan, bahwa dirinya mendapat perintah dari Bupati untuk cek ke sekolah SMPN 1 Payung, karena ada info SMPN bahwa proses belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara karena puluhan siswa/i kerasukan roh halus.

“Jadi atas instruksi pimpinan agar saya melihat secara langsung apakah SMPN 1 Payung sudah normal kembali proses mengajarnya. Ini alasan saya turun ke lapangan. Saat berada di sekolah SMPN 1 payung, ya, sudah normal, tapi tadi pagi masih ada siswa 3 orang kesurupan lagi," ujar Eddi.

"Puji Syukur, berkat kesigapan tim doa yang sudah kita siapkan semuanya aman kembali, sampai sekarang kita pantau proses belajar mengajar berjalan dengan baik," sambungnya. 

Eddi Surbakti menambahkan, latar belakang terjadinya kesurupan tersebut sesuai keterangan dari kepala sekolah SMPN 1 Payung Kamso Bangun, telah terjadi sekitar bulan Desember 2017 yang lalu saat diadakan pertandingan pentas seni dan tari-tarian berupa musik tradisional dengan istilah budaya Karo memanggil hantu datang. (Perumah Begu).

"Sejak acara itulah ada kejadian aneh mulai muncul awalnya pada pertengahan bulan Januari 2018, ada seorang siswa tingkah lakunya seperti kesurupan dan rentetannya peristiwa kemarin yang sempat kesurupan puluhan siswa di sekolah ini," jelas Eddi Surianta. (Manto)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait