Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Survei Indo Barometer: Djoss Ungguli Eramas, Sutrisno Kobarkan Semangat Pendukung

Tim Redaksi: Sabtu, 24 Maret 2018 | 01:41 WIB



Lembaga Survei Indo Barometer telah melaksanakan survei elektabilitas calon Gubernur di Pilgub Sumut 2018.

Hasilnya, elektabilitas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungguli calon lainnya Edy Rahmayadi.
Survei dilakukan pada tanggal 4-10 Februari 2018 di 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dengan responden sebanyak 800 orang.

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 3,46% dan tingkat kepercayaan 95%.

"Untuk hasil survei Pilkada Sumut, jujur dominan di Djarot. Pak Djarot memperoleh dukungan sebesar 27,8%," ujar Direktur Indo Barometer M Qodari di Hotel Atlete Century, Senayan, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Jumlah persentase tersebut bersaing sangat ketat dengan Edy Rahmayadi dengan 27,4% suara. Jopinus Ramli (JR) Saragih juga masih disurvei, tapi elektabilitasnya jauh dari Djarot dan Edy.

"Bersaing sangat kuat dengan Edy Rahmayadi yang memperoleh dukungan 27,4%. Kemudian JR ini memperoleh 9,4%," katanya.

JR Saragih diketahui tak lolos jadi cagub Sumut karena terkendala masalah ijazah. Jika dipasangkan, pasangan Djarot dan wakilnya, Sihar Sitorus, kembali berada di posisi teratas. Menyusul di bawahnya pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah dengan jumlah suara yang juga bersaing tipis.

"Pasangan Djarot-Sihar memperoleh dukungan sebesar 26%. Bersaing kuat dengan pasangan Edy-Musa dengan dukungan 25,8%," ucap Qodari.

Berikut ini hasil survei yang dilakukan Indo Barometer terhadap calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Sumut 2018 terhadap pertanyaan simulasi 3 pasangan cagub-cawagub:

Djarot Saiful Hidayat-Sihar PH Sitorus 26,0%

Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah 25,8%

JR Saragih-Ance Selian 8,4%

Tidak akan Memilih 0,3%

Rahasia 11,1%

Belum Memutuskan 22,6%

Tidak Tahu/Tidak Jawab 5,8%

Sedangkan untuk elektabilitas calon Gubernur Sumut tanpa berpasangan, berikut ini hasil surveinya:

Djarot Saiful Hidayat 27,8%

Edy Rahmayadi 27,4%

JR Saragih 9,4%

Tidak akan Memilih 0,2%

Rahasia 9,4%

Belum Memutuskan 19,6%

Tidak Tahu/Tidak Jawab 6,2%


Menanggapi hasil survei tersebut, Anggota DPRD Sumut fraksi PDI Perjuangan Sutrisno Pangaribuan ST menyambut optimis.

"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh relawan, simpatisan, petani, pedagang, nelayan, ibu- ibu rumah tangga, pemuda, pelajar, mahasiswa, pemuka agama, pemuka adat, pegiat seni, pengusaha, pengemudi angkutan umum, tukang beca, tukang tambal ban, pegiat olahraga, kader dan pengurus partai bahkan seluruh warga Sumatera Utara," ujar Sutrisno.

Menurutnya, keunggulan ini lahir dari kerja-kerja semua pihak. Perolehan ini memberi pesan penting, bahwa masyarakat Sumatera Utara menghendaki perubahan.

"Djarot-Sihar ternyata memenuhi harapan publik terkait pemimpin yang bersih, jujur, tidak korupsi, dekat dengan rakyat, mampu memimpin, kinerjanya bagus dan mampu mengatasi masalah.

Sutrisno menambahkan, pasangan yang menawarkan konsep membangun pemerintahan yang bersih, bebas korupsi dan diskriminasi, dipastikan lebih dipilih ketimbang slogan-slogan besar namun kosong.

"Era Platinum akan dicapai jika Gubernur dan Wakil Gubernurnya membangun pemerintahan yang bersih, anti korupsi, dan tidak diskriminatif," tambahnya.

Dikatakan Sutrisno, sebagai pasangan yang akan memberi harapan bahwa semua urusan mudah dan transparan ternyata mendapat tempat di hati masyarakat Sumatera Utara. Maka relawan, simpatisan, tim pemenangan, pengurus dan kader partai diminta untuk terus bergerak.

"Pendukung Djarot-Sihar tidak boleh menebar fitnah dan hoax, juga dihimbau untuk tidak mengeksploitasi sara. Sosialisasikanlah Pasangan Djoss dengan lembut, tidak dengan marah- marah, sebab pilgubsu bertujuan mencari pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang mampu memimpin rakyat untuk membangun Sumatera Utara yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian," ungkapnya.

"Dengan keunggulan sementara ini diharapkan relawan, simpatisan, pendukung, pengurus dan kader partai semakin bergairah. Mengobarkan semangat kita, gelorakan hati kita untuk memenangkan Djarot-Sihar," tutupnya. (ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait