Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Patricia Borong Produk Kreatif UKM Sumut untuk Diperkenalkan ke Jakarta

Tim Redaksi: Sabtu, 03 Maret 2018 | 15:17 WIB


Patricia Siahaan yang merupakan istri dari Calon Wakil Gubernur Sumut nomor urut 2 Sihar Sitorus mulai melirik hasil kerajinan tangan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

Dengan harapan menumbuhkan semangat para pelaku UKM untuk terus berkreasi dan berkembang, Patricia memborong hasil kerajinan mereka.

Didampingi sang suami, Patricia menemui dua pengrajin asal Sumut, yakni pengrajin kain tenun Baron, Febriyanti Siahaan dan Rina Hutagalung pengrajin Decoupage, di warung kopi Jalan Ahmad Yani II/Jalan Mesjid, Jumat (2/3/2018) kemarin.

Masih berstatus sebagai calon, Sihar menunjukkan keinginannya agar pelaku UKM maupun industri kreatif maju dan berkembang.

Hal ini ditunjukkan Sihar bersama istri tercinta, Patricia Siahaan, dengan membeli hasil olahan tangan para pelaku UKM tersebut.

Nampak Patricia bahkan minta dijelaskan tentang tenun Baron dan Decoupage tersebut, sebelum akhirnya memborong dua produk ini.

Di hadapan Patricia dan Sihar, Rina Hutagalung menjelaskan bahwa Decoupage yang merupakan bahasa Perancis, yang artinya memotong.

Decoupage ini merupakan kerajinan atau bentuk seni yang memerlukan potongan-potongan bahan biasanya kertas yang ditempel pada objek dan kemudian dilapisi dengan pernis atau pelitur.

"Decoupage ini sudah dua tahun saya kerjakan. Jadi, pembuatan Decoupage ini lebih pada pemanfaatan barang-barang bekas. Untuk satu objek, itu bisa dikerjakan 4 jam," ujarnya.

Motif yang ditunjukkan Rina kepada Patricia adalah botol yang ditutupi dengan kertas bekas dan dengan objek di tengah, yakni gambar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus.

Soal objek ini, Rina memiliki alasan tersendiri. "Iya, ini sebagai bentuk mengimplementasikan dukungan saya kepada Pak Djarot dan Pak Sihar sebagai Cagub dan Cawagub Sumut. Dengan harapan saya, mereka lah yang dipercaya menjadi pemimpin Sumut ini," harapnya. 

Sedangkan pengrajin tenun Baron, Febriyanti mengatakan, tenun Baron merupakan kain tenun dengan keunikan dan kemewahan yang dibuat dengan motif dan bahan terbaik asli tenunan menggunakan tangan.

"Saya sudah tiga tahun memproduksi sendiri tenun Baron ini. Sekarang ini, saya sudah buat tenun Baron dengan motif etnis Karo, Toba, Nias dan saya akan kembangkan lagi etnis-etnis Sumut lainnya. Untuk pengerjaannya, satu sampai tiga hari," jelas warga Perumahan Citra Wisata, Medan Johor itu.

Usai mendengar penjelasan dari kedua pengrajin kreatif ini, Patricia langsung memborong hasil karya keduanya.

Dia berharap, dengan begini menjadi bentuk rangsangan bagi pelaku UKM untuk terus berkarya.

"Ini merupakan kerajinan khas dari Sumut. Ini saya kira harus dijaga dan dimajukan dan ini menjadi kekayaan bagi pelaku UKM dan industri kecil. Saya akan bawa ini ke Jakarta dan memperkenalkan kepada teman-teman saya. Mudah-mudahan dari situ nanti berkembang lebih-lebih baik dan ini menjadi motivasi bagi pelaku UKM," pungkas Patricia. (ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait