Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kejar Buronan, Sat Reskrim Polres Nias Backup Polsek Gido

Tim Redaksi: Sabtu, 17 Maret 2018 | 09:49 WIB




Terduga pelaku penikaman terhadap Faresa Lawolo (01/01/2018) sudah 3 bulan berlalu belum juga tertangkap. Polres Nias pun membackup Polsek Gido guna meringkus tersangka.

Paur Subbag Humas Polres Nias Bripka Restu EL Gulo kepada Reporter Metro-Online.Co Jumat (16/03/2018) ketika dikonfirmasi tentang kasus tersebut menyampaikan bahwa Polsek Gido sudah beberapa kali melakukan upaya penangkapan terhadap tersangka. Baik di Kecamatan Somölomölo maupun di wilayah Kecamatan Sogaeadu yang diduga tempat pelaku bersembunyi namun tersangka tidak berada di lokasi tersebut dan selalu berpindah - pindah tempat.

Lebih lanjut Restu menyampaikan bahwa Polsek Gido dibackup Sat Reskrim Polres Nias yang sampai saat ini masih melakukan pengejaran terhadap tersangka dan DPO atas nama tersangka sudah dikeluarkan.

One Lawolo adik korban Jumat (16/03/2018) yang juga sebagai saksi kepada Metro-Online.Co menceritakan kronologis peristiwa naas itu, pada 01 Januari 2018 Faresa Lawolo pergi kegereja bermaksud ibadah dimana beliau juga sebagai penatua Gereja di BNKP Hiligodu.

Pada saat itu terduga pelaku Ohesokhi Lawolo berada didalam rumah milik ama Yarni Lawolo. Korban Faresa Lawolo masuk kedalam rumah Ama Yarni Lawolo tersebut sambil menyapa "Selamat Tahun Baru" diteruskan dengan meyalami beberapa orang yang ada dirumah itu termasuk pelaku.

Usai korban menyalami Ohesokhi Lawolo (pelaku) tanpa basa basi langsung menikam korban Faresa Lawolo dibagian selakangan kiri, ujar adik korban.

Korban saat itu langsung terkapar bersimbah darah. pelaku malah sempat mengejar adik korban dengan parang yang di duga telah disediakan duluan disamping Gereja, namun beruntung warga yang kedatangan disekitar Gereja melerai pelaku,” tuturnya.

“Usai menikam abangku, dia mengejar saya membawa parang yang diambilnya dari samping Gereja, untung saya berteriak minta tolong, sepertinya dia sudah merencanakan menghabisi keluarga kami,” ucap One sedih.

Akibat penikaman itu korban mengalami luka parah, keluarga bersama Kepala Desa langsung membawakan korban ke RSUD Gunungsitoli guna pertolongan medis, perjalananya sejauh 2
 km dilalui dengan berjalan kaki. Yang selanjutnya sampai di jalan aspal korban dibawa menggunakan mobil ambulance puskesmas somolomolo dan sepanjang jalan korban banyak mengeluarkan darah.

Dua minggu dirawat di RSUD Gunungsitoli, sekalipun kondisi korban belum membaik, namun pihak keluarga meminta agar korban dirawat di rumah saja, keluarga korban yang berprofesi petani ini mengaku tak mampu menanggung biaya rumah sakit.

“Kami tak ada uang untuk biaya berobat pak, kami keluarga tak mampu, sehingga abang ini kami bawa ke rumah saudara di Desa Hilibadalu ini, sebab kalau di rumah kami jauh ke pelosok, harus dilalui dengan berjalan kaki sejauh 2 km.

Beberapa bulan korban dirawat dirumah saudaranya namun Tuhan berkehendak lain, dia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 03 Maret 2018,”ucap One sedih.


Ditambahkannya lagi,  kasus penganiayaan dan penikaman  ini telah di laporkan di Polsek Gido Jalan Pemuda No. 03 Hiliweto Gido pada tanggal 1Jauari 2018, sesuai dengan Laporan Pengaduan Nomor: LP/01/I/2018/Ns-Gido, setelah korban meninggal dunia keluarga korban melaporkan lagi bahwa korban sudah meninggal dunia,” tuturnya..

One berharap atas nama keluarga korban kepada polisi khususnya Polsek Gido, memohon kiranya terduga pelaku tersebut segera ditangkap. Jangan dibiarkan pelaku pembunuhan keluarga kami itu, jangan karna ada oknum POLISI dan TNI famili pelaku makanya tidak ditangkap pelakunya. atau karna kami ini orang yang susah jadi kami tidak dapat perlindungan hukum,” ucapnya mengakhiri dengan nada sedih. (Marinus Lase)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait