loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Beginilah Kesiapan Polri Bila Pilkada Deliserdang Berujung Ricuh

Tim Redaksi: Senin, 26 Februari 2018 | 11:12 WIB


Simulasi penanganan pilkada ricuh
Deliserdang -Meski pun pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang untuk periode 2018-2023 digelar pada 27 Juni 2018, namun Polres Deliserdang sejak dini sudah mempersiapkan untuk mengatasi segala kemungkinan yang terjadi, termasuk mengantisipasi jika ada massa yang anarkis.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Deliserdang menggelar latihan simulasi pengamanan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang di depan Alun- Alun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang pada Senin (26/02/2018) pagi.

Dalam similasi itu, Wakapolsek Lubuk Pakam Iptu Teddy Napitupulu dan Wakapolsek Tanjung Morawa Iptu Edianto berperan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang.

Empat skenario pun digelar pada simulasi itu. Skenario pertama ketika massa dari salah satu pasangan memasuki lokasi kampanye. Iptu Teddy Napitupulu yang ketika itu berperan sebagai calon Bupati Deliserdang didampingi Wakil Bupati Iptu Edianto berorasi jika mereka sudah terbukti dan teruji.

Namun di tengah berorasi pada saat kampanye, massa pendukung dari calon Bupati dan wakil Bupati lain terus bergerak kelokasi kampanye. Namun personil Polres Deliserdang mampu mengatasi massa dengan memberikan pengarahan.

Simulasi

Lalu dilanjutkan dengan skenario kedua yaitu massa memasuki lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Satu persatu pemilih mencoblos pada kotak suara yang telah disediakan. Pencoblosan selesai dilaksanakan sekira pukul 12.00 Wib dan selanjutnya dilakukan penghitungan suara. Saat penghitungan suara, massa melakukan protes karena ada surat suara yang tidak sah. Personil polisi memberitahukan situasi ke Posko Mantap Praja. Tak lama kemudian, personil polisi tambahan turun kelokasi TPS dengan mengamankan oknum perusuh dan penghitungan suara dilanjutkan hingga selesai.

Situasi semakin panas ketika memasuki skenario ketiga dan keempat. Pada skenario ketiga, kotak suara yang rencananya akan dibawa ke kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan pengawalan personil polisi dirampas ditengah jalan oleh perampas yang mengemudikan sebuah mobil.

Personil memberitahukan kepada Posko Mantap Praja sehingga personil tambahan turun dan melakukan pengejaran terhadap mobil yang merampas kotak suara. Mendadak mobil yang membawa kotak suara yang dirampas itu dihentikan personil polisi ditengah jalan dan langsung mengamankan orang yang ada dalam mobil. Kotak suara berhasil diselamatkan dan oknumnya diamankan.

Situasi yang juga sangat panas terlihat pada skenario keempat. Saat KPU Kabupaten Deliserdang mengumumkan pemenang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang. Massa yang tidak terima berupaya masuk ke kantor KPU Kabupaten Deliserdang. Personil Polres Deliserdang tetap bersiaga didepan dan negosiator berupaya memberikan pengarahan kepada massa jika negeri ini negara hukum. Namun massa tidak perduli dan terus bergerak masuk ke kantor KPU Kabupaten Deliserdang dengan bertindak anarkis. Massa melempari personil polisi dengan kemasan air mineral.

Situasi pun kian memanas. Bantuan Dalmas Polres Deliserdang semakin bertambah. Mobil water canon diturunkan. Tembakan peringatan diberikan tapi massa tetap bergerak menembus kantor KPU Kabupaten Deliserdang. Untuk membubarkan massa, personil polisi menyirami massa dengan air. Satu orang dari massa pendemo mengalami luka - luka dan harus mendapatkan pertolongan dari tim medis. Petugas pun mengamankan beberapa orang pendemo yang diduga menjadi provokator. Lalu massa membubarkan diri dan situasi dapat terkendali.


Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan suatu kembagaan bagi kami Polres Deliserdang memberikan gambaran pengamanan Pilkada Deliserdang meski pun masih ada kekurangan. “Saat ini sedang dilakukan verifikasi faktual selama seminggu sesuai hasil musyawarah di Panwaslih Deliserdang. Anggota kami akan melekat kepada PPS dan PPL yang melaksanakan verifikasi faktual. Saya menjami keamanan petugas yang melaksanakan verifikasi faktual. Kita melibatkan 600 personil dalam simulasi ini, untuk pengamanan Pilkada kita melibatkan 3200 personil gabungan," kata Eddy.

Menurut Eddy, simulasi ini hanya analisa singkat pihaknya, masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang terjadi yang selalu pihaknya lakukan analisis setiap hari. “Saya berharap kepada seluruh personil agar tetap semangat proses masih panjang sampai pelantikan. Tujuan kegiatan ini memberikan gambaran situasi saat tahapan Pilkada," tegas Eddy.


Hadir dalam simulasi ini, Ketua KPU Kabupaten Deliserdang Timo Dahlia Daulay didampingi para komisioner, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Deliserdang Asman Siagian, Kasipidum Kejari Deliserdang Robert Pakpahan dan tamu undangan lainnya.(manahan)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html