loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Konfercab PWI Binjai Sarat Money Politik, Dewan Pimpinan Sidang Tak Netral

Tim Redaksi: Rabu, 27 Desember 2017 | 22:19 WIB




Proses pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Binjai berlangsung alot. Kondisi ini terjadi saat sembilan dari delapan belas anggota PWI Binjai melakukan aksi walk out.

Pasalnya, setiap usulan peserta selalu ditolak pimpinan Sidang Konferensi PWI Kota Binjai V/2017, Khairul Muslim selaku Wakil Ketua PWI Suku Bidang Organisasi, PWI Sumut di aula gedung Kantor Kemenag, Jalan Jendral Gatot Sobroto, Rabu (27/12/17).

Seorang peserta Konfercab, Iskandar Paloh menilai bahwa Konfercab yang digelar ini tidak sesuai dengan Peraturan Dasar (PD), dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) PWI. Sehingga ia pun memilih untuk walk out (keluar) dari arena berlangsungnya Konfercab tersebut.

Hal ini terjadi karena adanya anggota PWI Kota Binjai, Hendra Mulya yang seharusnya memiliki hak suara dalam pemilihan ketua PWI Kota Binjai ini tidak diperbolehkan menggunakan hak suaranya.  Padahal,  yang bersangkutan telah hadir di persidangan.

Akibat tak diperbolehkan menggunakan suaranya, Hendra melakukan protes, namun,  protes tersebut ditolak oleh pimpinan sidang yang seolah-olah membela salah satu pasangan calon.

Suasana kembali memanas saat sejumlah anggota PWI Binjai mengembalikan uang suap yang diberikan oleh calon Ketua PWI Binjai,  Drs.  Nazelian Tanjung.  Diduga,  pemilihan ini sarat akan money politik dan keberpihakan pimpinan sidang.

Meski secara terang-terangan mengembalikan uang hasil suap,  namun pimpinan sidang tetap melanjutkan sidang.

Menurut Hendra,  salah seorang anggota PWI yang hak suaranya tidak boleh digunakan meski telah hadir dipersidangan mengatakan,  sidang Konfercab tersebut tidak netral,  terbukti dengan begitu kuatnya pimpinan sidang mendukung calon Ketua PWI Binjai,  Drs.  Nazelian Tanjung.

"Kita lihat saja,  setiap peserta Konfercab melakukan protes,  selalu protes tersebut tidak diterima.  Seharusnya kalau calon sudah jelas melakukan money politik, itu pencalonannya bisa dibatalkan,  namun hal ini tak terjadi, " jelasnya.

Sementara itu,  informasi lain diperoleh, Pimpinan Sidang Konferensi PWI Kota Binjai ke-V Tahun 2017, Khairul Muslim, resmi menetapkan Nazelian Tanjung sebagai Ketua PWI Binjai Periode 2017-2020.

Terpilihnya Nazelian Tanjung, setelah pimpinan sidang melakukan sidang Pleno ke l sampai IV, dan selanjutnya menetapkan satu calon Ketua PWI Binjai, yaitu Nazelian Tanjung.

"Apabila calon ketua hanya satu nama, maka kami menetapkan Nazelian Tanjung, terpilih secara Aklamasi," tegas Khairul Muslim.

Keputusan tersebut, menurut Khairul Muslim, sejak masa waktu di tetapkan hingga masa berakhirnya periode.

Sementara itu, Ketua PWI Sumut Hermansyah, menjelaskan bahwa ditetapkannya Nazelian Tanjung sebagai Ketua PWI Kota Binjai, Periode 2017-2020, berdasarkan Peraturan Dasar Peraturan Rumah Tangga (PDPRT) PWI.


"Kita mengacu pada Tata tertib yang mengadopsi dari PDPRT PWI, dan semuanya sudah disah kan. Keputusan Forum adalah yang tertinggi di dalam Konferensi," tegas Hermansyah.

Disinggung adanya dugaan Money Politic, menurut Hermansyah, hal itu adalah agenda lain dan harus dibuktikan. Begitu juga dengan Walk Out yang dilakukan beberapa anggota PWI Binjai, hal itu merupakan hak masing masing anggota.

"Walk Out hak masing masing anggota, dan itu hak mereka. Pimpinan sidang berpedoman dengan daftar hadir yang sudah disepakati, artinya pimpinan sidang berpedoman dengan itu," beber Hermansyah.

"Perihal pertarungan, menang ataupun kalah, itu adalah hal yang biasa,dan kita wajib menghormati Pimpinan Sidang," pintanya.

Di tempat yang sama, Ketua PWI Binjai yang baru terpilih, Nazelian Tanjung, merasa bersyukur dan berterima kasih atas terpilihnya dirinya kembali. Dirinya juga berjanji akan mengemban tanggung jawab tersebut, hingga masa jabatannya berakhir.

"Visi dan misi akan kita jalankan. Saya juga berjanji, di tahun 2018 akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) apabila hal itu di setujui oleh Walikota Binjai dan pengurus lainnya," ungkapnya.

"Untuk kawan kawan yang Walk Out, saya tidak menganggap mereka sebagai Musuh, saya akan tetap rangkul mereka untuk bersama sama membesarkan PWI Binjai," lanjut Nazelian Tanjung.

Usai Pembacaan susunan pengurus PWI Kota Binjai masa Bakti 2017-2020 yang di bacakan oleh Nazelian Tanjung, Ketua PWI Sumut langsung memberikan bendera Pataka kepada pengurus PWI Kota Binjai, yang di terima langsung oleh Nazelian Tanjung, dan melantik pengurus PWI Kota Binjai Periode 2017-2020, demi kemerdekaan Pers.(red)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html