ACEH TAMIANG | Caritas Indonesia (KARINA-KWI) bersama Caritas Keuskupan Agung Medan (KAM) serah terimakan Hunian Tetap (Huntap) sekaligus peletakan batu pertama pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak banjir bandang akhir tahun 2025 lalu di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, pada hari Kamis (3/7/2026)
Serah terima Huntap tersebut meliputi penyerahan kunci bagi 5 unit Huntap tahap awal, serta peletakan batu pertama pembangunan 45 unit Huntap tambahan, sehingga total akan dibangun 50 unit rumah layak huni.
Nota Kesepahaman (MoU) antara Caritas KAM yang diwakili oleh Pastor Stevanus Sitohang dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang ditandatangani langsung oleh Bupati Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Fahmi MH.
Dalam sambutannya, RD Fredy Rante Taruk menegaskan setiap rumah yang dibangun berdiri di atas tanah milik penerima dan dipastikan berada di lokasi yang aman serta bebas dari risiko banjir. “Kami tidak akan membangun jika lokasinya tidak aman dan tapaknya belum jelas kepemilikannya.
Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 3 bulan. Jika prosesnya berjalan lancar, tidak menutup kemungkinan bantuan akan ditambah, termasuk pembangunan 6 titik pengadaan air bersih untuk mendukung kebutuhan warga,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Caritas KAM Pastor Stevanus Sitohang mengimbau warga untuk turut mengawasi kualitas pembangunan. “Jika Bapak Ibu melihat pengerjaan tidak sesuai spesifikasi yang disepakati, sampaikan langsung kepada vendor. Jika tidak diperbaiki, kami tidak akan melakukan pembayaran,” tegasnya.
Bupati Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Caritas Indonesia dan Caritas KAM atas kepeduliannya. Dia juga mengajak seluruh warga untuk bergotong royong guna mempercepat proses pemulihan pascabencana. “Mari kita bantu bersama agar pembangunan ini selesai tepat waktu dan bermanfaat secara maksimal,” ucapnya.
Adapun penerima Huntap tahap pertama yakni Ashari, Dayan, Masiem, Dasin, dan Aliah menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Di sisi lain, warga lain yang masih tinggal di tempat pengungsian berharap rencana pembangunan dapat berjalan lancar dan harapannya bantuan hunian tetap dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur selama kurang lebih dua jam. Dimulai dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Aceh, serta ditutup tepat sebelum masuk waktu Sholat Jumat.
Turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut Pimpinan Caritas Indonesia RD Fredy Rante Taruk, Camat Bandar Pusaka, Datuk Penghulu Desa Babo, perwakilan BPBD, BSI Cabang Tamiang, pihak kontraktor/vendor, serta masyarakat penerima manfaat.(haloho/mp)

