-->
crossorigin="anonymous">

Seorang Pelajar Meninggal Tenggelam di Perbaungan

Sebarkan:

 

Polisi melakukan olah TKP, Rabu (3/6/2026).(mol/dok.Polsek Perbaungan)
SERDANGBEDAGAI | Peristiwa tragis terjadi di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai, Selasa (2/6/2026) sore. Seorang pelajar berinisial RY, 15, warga Dusun Kueni, Desa Melati II, meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di Sungai Kelong yang berada di Kelurahan Melati Kebun.

Informasi yang dihimpun, korban tenggelam sekitar pukul 16.30 WIB. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Melati Kebun sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolsek Perbaungan AKP Japri Binsar H Simamora SH MH melalui Kanit Reskrim Tony Sipayung SH, Rabu (3/6/2026), mengatakan, setelah menerima laporan, personel Polsek Perbaungan segera mendatangi lokasi guna membantu proses evakuasi serta melakukan penyelidikan di tempat kejadian.

Lanjutnya, dari keterangan saksi bernama Mhd Dino,19, sebelum kejadian korban datang ke rumahnya dan mengajak mandi ke Sungai Kelong. Saksi mengaku telah mengingatkan korban agar tidak ikut mandi karena tidak memiliki kemampuan berenang.

Namun peringatan tersebut tidak dihiraukan. Setibanya di sungai, korban langsung masuk ke dalam air. Beberapa saat kemudian, korban terlihat kesulitan bertahan dan mulai tenggelam.

Saksi sempat berupaya menyelamatkan korban dengan mendorongnya ke arah pinggir sungai. Akan tetapi korban kembali terseret ke bagian tengah hingga akhirnya hilang dari permukaan air.

Mengetahui hal itu, saksi segera meminta bantuan warga sekitar dan memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga korban. Warga kemudian melakukan pencarian dan berhasil menemukan korban di dasar sungai. Saat dievakuasi ke tepi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan autopsi," ucapnya 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai maupun saluran irigasi, khususnya bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang.(HR/HR)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini