-->
crossorigin="anonymous">

Demonstran Gelar Spanduk Foto Kedua Mata Faisal Hasrimy, Iskandarsyah dkk Ditempel Gambar Duit Cepek

Sebarkan:

Para demonstran asal Langkat menggelar poster 'menggelitik' di gerbang depan PN Medan. Kedua mata mantan Pj Bupati Faisal Hasrimy, Iskandarsyah dkk ditutup dengan gambar duit cepek. (mol/roberts)

MEDAN | Sekira belasan massa menamakan dirinya Forum Pemuda Daerah (Forpeda) Kabupaten Langkat, Jumat (26/6/2026) ‘menggeruduk’ gedung PN Medan, Jalan Pengadilan, Kelurahan Petisah Tengah.

Lewat tiga orator menggunakan toa, demonstran meneriakkan sejumlah desakan terkait pengusutan perkara dugaan korupsi pada Pengadaan Papan Tulis Interaktif (PTI) atau Smartboard Tahun Anggaran (TA) 2024 yang dinilai ‘tebang pilih’.

Massa juga menggelar poster ‘menggelitik’ di gerbang depan PN Medan berisikan lima foto berdampingan bertuliskan, ‘Penegakan Hukum Harus Profesional dan Adil’. Kemudian, ‘Tangkap dan Adili Oknum-oknum yang Diduga Terlibat dalam Perkara Korupsi Smartboard Dinas Pendidikan Langkat’.  

Pantauan Metro-Online.Co, poster yang digelar demonstran terbilang tidak biasa. Kedua mata foto lima orang tersebut malah ditutup dengan gambar uang kertas pecahan Rp100.000. Istilah orang Medan: duit cepek.

Menurut para orator, Tigor Lubis Aulia, Zulkhairi dan Adil, foto tersebut antara lain Penjabat (Pj) Bupati Langkat Faisal Hasrimy (FH) yang kini menjadi Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Langkat Iskandarsyah (IS).

Kemudian Robert Hendra Ginting (RHG) selaku Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Langkat, Fajar Kurniawan (FK) selaku Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) dan Muhammad Nuh (MN) selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pengadaan Smartboard. 

“Pengadaan Smartboard bermasalah itu terjadi pada saat pimpinan tertinggi di Kabupaten Langkat saudara FH, Pj Bupati Langkat. Menurut tersangka SA (Saiful Abdi) mantan Kadis Pendidikan bahwa Pengadaan Smartboard adalah murni atas perintah FH, Pj Bupati Langkat,” urai Tigor Lubis.

Sebelum menjadi Pj Bupati, sambungnya, FH merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai). Di mana proyek serupa juga terjadi di Pemkab Sergai.

“Tersangka-tersangka sebenarmya sebagai berikut. Tolong diperiksa pak. Tangkap dan diperiksa!” pekiknya sembari menepuk poster ‘menggelitik’ berisikan foto FH, IS dkk ditutup gambar duit cepek di hadapan sejumlah petugas kepolisian yang berjaga-jaga di luar gedung pengadilan.

Menepuk-nepuk foto FH dkk juga dilakukan orator lainnya, Aulia Zulkhairi. “Karena ini pelaku sebenarnya. Tolong diangkut. Karena pak Pj Faisal Hasrimy merugikan masyarakat, tangkap. Kalau kepolisian dan kejaksaan gak bernani menangkap, biar kami yang masuk penjara. Mereka memain-mainkan uang negara. Aliran dananya ke mana saja?!” pekiknya disambut yel-yel massa demonstran.

Diteruskan

Selah lebih setengah jam berorasi, Juru Bicara PN Medan Kelas IA Khusus Soniady Sudrajat menemui massa demonstran dan menerima pernyataan sikap pengunjuk rasa. Pertama, meminta hakim yang menangami perkara Pengadaan Smartboard Langkat agar segera memanggil FH, IS, RHG, FK dan MN diduga kuat terlibat.

Kedua, meminta majelis hakim bersikap profesional. Ketiga, meminta majelis hakim meminta (merekomendasikan-red) agar Kejaksaan segera mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprintdik) baru terhadap kelima orang tersebut. Bila aspirasi tidak direalisasikan, mereka akan menggelar demo berkelanjutan.


Jubir PN Medan Soniady saat menerima massa demonstran. (mol/roberts)

Soniady Sudrajat saat menyambut kehahadiran demonstran secara persuasif menyampaikan tupoksi di tiga lembaga penegakan hukum. Kepolisian menyidik dan bila ditemukan alat bukti yang cukup, kasus/perkaranya dilimpahkan ke JPU pada Kejaksaan. 

JPU kemudian melimpahkan berkas perkaranya ke pengadilan. “Hakim hanya menyidangkan perkara yang telah dilimpahkan JPU. Memeriksa saksi-saksi, alat bukti dan memutus perkaranya. 

Sedangkan kewenangan penyidikan dan menetapkan tersangka bukan kewenangan hakim. Terima kasih atas masukan-masukan adek-adek. Aspirasinya akan kami teruskan ke pimpinan,” pungkas Soniady. (ROBERTS/RS)



 









Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini