![]() |
| Bupati Serdangbedagai H Darma Wijaya membaca nama-nama yang dilantik, Rabu (13/5/2026).(mol/dok.kominfo). |
Dalam sambutannya, Darma Wijaya menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, transparan, profesional, dan akuntabel.
“Pejabat yang dilantik hari ini harus mampu menunjukkan integritas, loyalitas, disiplin, serta kinerja terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” ujar Darma Wijaya.
Ia menjelaskan, proses pengisian jabatan masih dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku sebelum penerapan penuh sistem manajemen talenta ASN di lingkungan Pemkab Serdangbedagai. Ke depan, pembinaan karier ASN akan diarahkan lebih objektif, terukur, serta berbasis kompetensi dan kinerja.
“Saya ingin birokrasi kita diisi oleh aparatur yang profesional dan berdaya saing. Karena itu seluruh ASN harus mulai mempersiapkan diri dengan meningkatkan kapasitas, inovasi, dan etos kerja,” katanya.
Selain penguatan sumber daya aparatur, Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik itu juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan masyarakat, melainkan memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberi manfaat optimal. Ia mengajak seluruh kepala perangkat daerah membangun budaya penghematan di lingkungan kerja, mulai dari mengurangi kegiatan seremonial, menghemat penggunaan listrik, air, dan alat tulis kantor, hingga mengoptimalkan teknologi digital dalam administrasi pemerintahan.
“Setiap rupiah yang dibelanjakan harus berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Darma Wijaya juga menyinggung penerapan pola kerja fleksibel melalui mekanisme work from home (WFH) pada kondisi tertentu. Menurutnya, kebijakan itu bukan untuk mengurangi produktivitas, melainkan meningkatkan efektivitas kerja sekaligus menekan biaya operasional.
Tak hanya itu, ia turut mendorong budaya hidup sehat dan ramah lingkungan di kalangan ASN. Salah satunya melalui kegiatan car free day (CFD) dan ajakan menggunakan sepeda ke kantor sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus upaya mengurangi polusi dan konsumsi bahan bakar.
“Budaya kerja sehat, hemat, dan ramah lingkungan harus dimulai dari aparatur pemerintah terlebih dahulu. Jika pemerintah memberi teladan yang baik, masyarakat akan ikut bergerak bersama,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Darma Wijaya berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menjadi teladan, pelopor perubahan, dan penjaga integritas di perangkat daerah masing-masing.
Adapun 10 pejabat administrator yang dilantik di antaranya Agus Salim Berutu sebagai Inspektur Pembantu Wilayah I Inspektorat, Dahlan Siregar sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, Muhammad Arfan Saragih sebagai Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan, serta Warsima Feredeus Siburian sebagai Sekretaris Dinas Poraparbud.
Sementara itu, 18 pejabat pengawas yang dilantik di antaranya Razak Miraza sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian Sekretariat DPRD, Ari Gunawan sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan, serta Cakra Reksa Wijaya sebagai Kepala Seksi Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dasar Dinas Pendidikan.(HR/HR)

