-->

Jelang Lebaran Oknum Bank Objekkan Uang Baru, Anggota DPRD Minta Menkeu Menindak

Sebarkan:

Foto : Uang Baru Pecahan Dimainkan Oknum Bank ( MOL/GN)
DELISERDANG | Penyalahgunaan wewenang atau permainan oleh oknum bank terkait penukaran uang baru menjelang lebaran Idul Fitri semakin marak. Fenomena ini sering disorot masyarakat termasuk Anggota DPRD Deliserdang H Rakhmadsyah SH.

Dugaan penimbunan uang baru pecahan diduga kuat melibatkan orang dalam bank, karena mendapat keuntungan dari pihak ketiga yakni jasa penukaran uang jalanan dalam jumlah besar menyebabkan stok uang baru di bank resmi sering dinyatakan habis. Sedangkan di media sosial melalui agen- agen penukaran uang baru banyak beredar tentunya dengan tambahan uang jasa mencapai 30 persen dari total nilai uang yang ditukar. 

Keuntungan pihak ketiga dari penimbunan uang baru dijual kembali oleh oknum pihak ketiga dengan biaya tambahan (jasa tukar) yang mahal, hingga menyulitkan masyarakat mendapatkan uang baru secara langsung dan gratis.

Anggota Komisi 1 DPRD Deliserdang H Rakhmadsyah dalam keterangannya menyesalkan tindakan Perbankan terutama Bank Indonesia (BI) yang tidak mengeluarkan uang baru pecahan Rp 10.000, Rp 5.000 dan Rp 2000 kepada seluruh bank. "Parahal kita tahu di saat lebaran uang baru itu menjadi semangat luar biasa khususnya bagi anak-anak," ujarnya.

Dengan adanya uang baru, tambah Rakhmadsyah, semua pada semangat. Namun anehnya sudah dua tahun belakangan ini lebaran idul Fitri 2025-2026 hampir di seluruh bank tidak ada.

"Saya punya rekening di BCA, Bank Sumut, BRI satupun tidak ada yang mampu memberikan tukaran uang pecahan baru yang saya sebutkan itu seperti Rp 10.000, 5000 maupun 2000. Jadi ini luar biasa terindikasi adanya mafia di bank Indonesia untuk penukaran uang baru pecahan yang disebutkan, karena di Lapangan Merdeka Medan beredar uang baru berapa saja kita butuhkan ada tapi dengan harga tukar Rp 1 juta dipotong Rp 300.000. jadi kita beli uang baru dengan harga yang fantastis," Sebut Rakhmadsyah SH, Kamis (12/3/2026) via seluler.

Anggota Komisi 1 DPRD Deliserdang H Rakhmadsyah SH(MOL/GN)
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menganggap fenomena mafia uang baru di Bank Indonesia ini luar biasa dan diharapkan mendapat perhatian untuk ditindak oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa maupun Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Dia heran, apakah ada di dalam Bank Indonesia itu ada oknum-oknum mafia yang bermain soal peredaran uang baru setiap mau lebaran idul Fitri sehingga menyebabkan hampir di setiap bank kosong.

"Ini peristiwa luar biasa, Bank Indonesia punya peran membuat lebaran ini menjadi tidak seperti diharapkan anak anak dan merugikan masyarakat akibat monopoli oleh oknum dan penimbunan untuk dijual kembali pada calo," pungkasnya.(GN)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini