Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Edy Rahmayadi Sebut Polemik Wisata Halal karena Ada Orang Terlalu Banyak Bicara

Tim Redaksi: Rabu, 04 September 2019 | 14:17 WIB

Nias - Belakangan ini, berhembus isu wacana Wisata Halal yang akan dicanangkan di kawasan Danau Toba. Wacana tersebut pun menimbulkan polemik dari berbagai pihak, terutama masyarakat Batak Toba dan para Kepala Daerah dari Kabupaten di kawasan Danau Toba.

Saat ditanyain pendapatnya mengenai polemik itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan bahwa polemik terjadi hanya karena ada segelintir orang yang terlalu banyak berbicara.

Edy Rahmayadi mengaku, ada yang mendramatisasi pernyataannya terkait wisata halal di Danau Toba, sehingga menjadi polemik di tengah masyarakat.

"Saya sendiri belum tahu apa yang dimaksud Wisata halal itu dan saya tidak pernah mengatakan apa itu wisata halal," kata Edy di Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, Selasa (3/9/2019)

“Itu hanya orang-orang yang mungkin terlalu rajin bicara,” lanjutnya.

Edy mencontohkan, wisata Nias yang menjadi lokasi penyelenggaraan Sail Nias 2019. Menurutnya, orang tidak akan datang ke Nias jika tidak ada tempat untuk makan. 

Dijelaskannya, terkait daerah wisata memang orang Muslim yang di cari tempat makan yang halal. Dan tentu semua tempat tidak dijadikan tempat halal, hanya ada tempat-tempat tertentu.

"Bukan berarti semua berarti dibuat halal, gak bisa begitu juga," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubsu menyampaikan salah satu fokusnya membangun Sumut, yakni terkait pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba. ia akan membentuk tim bernama Tim Percepatan Kesuksesan Pariwisata Kawasan Danau Toba.

Tim itu antara lain nantinya menyelaraskan tugas-tugas pengembangan Danau Toba dari berbagai sektor, seperti penanganan dan pengelolaan limbah industri dan limbah rumah tangga hingga penataan keramba jaring apung.

Kemudian, penataan hewan berkaki empat agar tidak sembarang dipotong di tempat-tempat umum karena status Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dan juga termasuk pengembangan wisata halal, seperti mendirikan masjid.

"Tidak kalian bikin di sana masjid, tak datang dia (wisman) itu. Sempat potong-potong babi di luar, sekali datang besok tak datang lagi itu," sebut Edy. (Ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html