![]() |
| Teks foto : Mako Polsek biru-biru ( atas ) transaksi narkoba (kiri bawah) rekapan judi togel (kanan bawah). ( mol/ int/ Jl ) |
DELISERDANG | Entah apa yang membuat nyali Kapolsek Biru biru, AKP Indra Kristian Tamba dan Kanit Reskrim nya, Ipda Rikardo Nababan “ ciut “ untuk menindak para penjahat penjahat narkoba dan perjudian yang ada di wilayah hukum nya. Padahal, Kapolsek adalah pimpinan nomor satu di Mapolsek Biru-biru itu, sedangkan Kanit Reskrim merupakan kepala pimpinan dalam penindakan yang berbentuk kriminal di wilayah hukumnya.
Melihat ketidakberanian Kapolsek dan Kanit Reskrim menindak penjahat penjahat narkoba dan perjudian di wilayah hukumnya imenimbulkan asumsi negatif dari warga masyarakat, dan sebagian warga menuding kalau kedua pimpinan di Mapolsek Biru biru itu ada menerima “ aliran dana “ dari bandar narkoba dan judi tersebut.
“ wajar kan kalau kami ( warga ) curiga dengan Polsek Biru biru. Soalnya, apabila mereka ( polsek biru-biru ) serius melakukan penindakan terhadap penjahat kedua penyakit masyarakat biru biru ini tidak akan butuh waktu lama, dan hanya seperti membalikkan telapak tangan mereka saja. Karena polisi itu petugas negara dalam penegakan hukum. Dan polisi itu dipersenjatai saat bertugas. Jadi apa takut mereka menangkap dan melawan penjahat narkoba dan perjudian itu,” ujar salah satu warga Sibirubiru yang minta identitas dirinya dirahasiakan demi kenyamanan dirinya kepada wartawan, Rabu ( 16/9/2026).
Ia juga menyebutkan beberapa titik lokasa lapak transaksi narkoba dan praktik perjudian togel di Wilkum Polsek Biru biru. “ kalau terkait narkoba itu egk usah aku sebut nama gang nya, siapa nama pengedar dan bandar nya. Mungkin polisi itu pun sudah tau karena tidak menjadi rahasia umum lagi. Intinya, suruh saja polisi itu melakukan penyelidikan ke psr 1 desa Sidomulyo, desa Ajibaho, desa Cabdirejo, desa Sidodadi, desa Selamat dan desa Biru-biru. Kalau ke semua desa itu polisi masuk dengan cara menyamar pasti dapat buruan,” jelas narasumber itu.
Tapi lanjutnya, kalau masalah judi togel abang bahas, hampir setiap desa ada. Kalau kata polisi tidak ada berarti yang mengatakan itu bohong. Karena hampir setiap warung kopi dan warung tuak ada mangkal jurtul judi togel itu. Bahkan nomor keluar dan buku erek erek ( tafsir mimpi ) tergeletak di atas meja dimana jurtul itu duduk, terang nya.
Terkait menyangkut keresahan warga masyarakat Sibiru-biru ini, Kapolsek Biru-biru, AKP Indra Kristian Tamba sudah berulang kali di konfirmasi kru media ini tidak pernah membalas ataupun memberikan klarifikasi terkait adanya tudingan warga masyarakat dalam pembiaran kedua praktik ilegal itu di wilayah hukumnya.
Sedangkan Kanit Reskrim Polsek Biru-biru, Ipda Rikardo Nababan saat dikonfirmasi pada Senin (7/9/2026) malah menanyakan kepada wartawan identitas bandar narkoba tersebut “ Ada BD Shabu dekat rmh Abg yah??? Siapa namanya bg? Biar kami lidik,” jawab kanit.
Dan dikonfirmasi ulang pada Rabu ( 9/9/2026), mengucapkan terimakasih kepada wartawan atas informasi yang telah disampaikan wartawan kepadanya.”Terimakasih infonya pak....walaupun bapak tidak mau kami ajak kerja sama untuk mengungkap peredaran narkoba di kampung bapak sprti yg bapak infokan...akan kami coba selidiki pak.” kata Ipda Rikardo Nababan, sambari meminta narasumber wartawan disondingkan ke pihaknya dengan alasan membatu tugas kepolisian untuk penindakan peredaran narkoba tersebut.
“ Narasumber bapak itu bisa bapak sondingkan ke kami untuk bantu kami pak??? Mari kita bahu membahu serta saling mendukung untuk memberantas narkoba di kec.biru2 ini pak. Trims,” pinta Ipda Rikardo.
Sebelumnya diberitakan, warga yang berdomisili di wilayah hukum (Wilkum) Polsek Biru-biru, Polresta Deliserdang kini hidup dalam kegelisahan. Pasalnya, praktik peredaran narkoba dan perjudian saat ini “ Menggila “ di daerah tersebut.
Mirisnya, kedua praktik ilegal yang menyangkut dengan penyakit masyarakat itu dijalankan tidak lagi cara tersembunyi, melainkan terang - terangan dan di tempat tempat terbuka.
Walau secara terang - terangan, kedua praktik yang betentangan dengan hukum di negara Repobelik Indonesia ini tetap berjalan lancar, mulus dan aman - aman saja tanpa ada penindakan dari aparat penegak hukum setempat, yakni Polsek Biru-biru.
Melihat tidak adanya penindakan dari aparat penegak hukum setempat menimbulkan asumsi negatif di tengah- tengah kalangan masyarakat, dan menuding, pimpinan di Polsek Biru-biru yakni, Kapolsek AKP Indra Tamba dan Kanit Reskrim Rikardo Nababan menerima “ Upeti “ dari BD narkoba dan perjudian tersebut.
“ kalau tidak ada setoran ke komando mana mungkin pimpinan di Mapolsek biru-biru itu diam,” ujar Ginting warga setempat kepada awak media ini Senin ( 7/9/2026.
Narasumber ini juga menjelaskan,bahwa bandar judi togel berserta jurtulnya berkeliling dengan leluasa, sementara peredaran narkoba jenis sabu dan pil koplo bebas beredar di tengah pemukiman warga. Tidak ada rasa takut, seolah-olah mereka memiliki payung perlindungan dari pihak yang seharusnya menindak.
"Semua orang tahu siapa bandar dan siapa pengedarnya, tapi polisi tidak pernah datang. Kalau pun ada razia, itu hanya sandiwara pura-pura masuk, lalu keluar lagi. Itu semua karena ada “ uang jajan “ yang disetor setiap bulan ke komando," ungkap ginting dengan nada kecewa yang mendalam.
Warga menuntut kejelasan apakah Polsek Biru-biru berdiri disisi hukum, atau disisi bandar judi dan pengedar narkoba?. Jika polisi memang serius membersihkan kedua praktik ilegal ini tidak butuh waktu lama, cukup satu- dua har seluruh jaringan bisa dibekuk. Namun kenyataannya, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun kejahatan justru semakin leluasa.
“Efek dari kedua praktik yang menyangkut dengan penyakit masyarakat itu angka kejahatan terkhusus pencurian semakin meningkat. Jangankan harta berharga seperti kereta dan mobil, harta yang tidak berharga pun seperti kompor gas 3 kg, vot bunga dan pakean dalam jemuran dan sandal di teras rumah pun habis semua disikat maling,” jelas Br Tarigan warga lainnya.
Guna perimbangan berita, Kapolsek Biru-biru AKP Indra Kristian Tamba, saat dikonfirmasi wartawan Senin ( 7/9/2026 ) sekira pukul 11.30 WIB, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan klarifikasi terkait dugaan adanya penerimaan “ upeti “ dan pembiaran praktik peredaran narkoba dan praktik perjudian yang kian merajalela di wilayahnya.
Warga kini berharap Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dan Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, agar tidak menutup mata terhadap peristiwa ini.
Rotasi dan pemeriksaan menyeluruh adalah keharusan, jika kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian masih ingin dijaga. Jangan sampai seragam coklat kebanggaan itu ternodai oleh oknum Polri demi kepentingan pribadi yang mengorbankan keamanan seluruh masyarakat.( TIM )

