-->

Diduga Picu Kecelakaan, Warga Desak Pemerintah Kecamatan Dobana Tertibkan Ternak Berkeliaran di Jalan Umum

Sebarkan:

Foto: Ilustrasi Hewan Ternak Kerbau Berkeliaran  di Jalan Umum (mol/ss)
SIMALUNGUN | Diduga jadi pemicu kecelakaan, warga khususnya yang berdomisili di Kelurahan Serbelawan dan Nagori (Desa) sekitarnya di Kecamatan Dolok Batu Nanggar, mendesak Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar (Dobana) untuk segera menertibkan hewan ternak yang kerap berkeliaran di Jalan Umum Dolok Merangir - Serbelawan - Dolok Ilir.

Desakan ini menyusul kecelakaan pesepeda motor akibat hewan ternak berkeliaran di jalan umum Serbelawan - Dolok Ilir, Selasa (8/9/2026) sekira pukul 21.30 WIB, atas nama korban inisial A, 42, warga Bahapal, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Akibat kecelakaan ini, A mengalami luka serius dan harus opname di salah satu rumah sakit di Kota Pematangsiantar akibat jatuh terhempas dari sepeda motor ketika menghindari seekor kerbau yang tiba-tiba muncul bersama kawanannya di badan jalan saat korban melintas di TKP.

Ayah korban (tidak mau disebut nama) warga Serbelawan saat berkeluh kesah, Sabtu (19/9/2026) kepada Metro-Online memaparkan kronologi kejadian. 

Sesuai keterangan anaknya (korban), usai mengunjungi rumahnya di Serbelawan, A berniat pulang ke Bahapal, Kecamatan Bandar Huluan.

Tiba di TKP, dari kebun sawit di sudut belakang pagar Mesjid Baitul Karim Dolok Ilir, mendekati jembatan Sungai Sikkam, serta merta seekor dari kawanan kerbau melompat ke badan jalan, bersamaan korban yang melaju dengan kecepatan sedang dari arah Serbelawan.

Terkejut dan gugup. Untuk menghindari benturan dengan kerbau, korban mendadak menginjak pedal rem. Naas, korban kehilangan kendali sepedamotornya lalu jatuh terhempas ke badan jalan. Akibatnya fatal, korban mengalami luka-luka gugus serius, patah tulang kaki kanan, patah tulang pundak kiri dan kanan serta memar di kepala.

Warga pelintas yang mengenal korban melapor ke rumah orangtuanya di Serbelawan. Menerima informasi ayah korban bergegas menyusul ke TKP dan melarikan A ke pelayanan kesehatan terdekat yang kemudian keesokan hari dirawat di salah satu rumah sakit di Pematangsiantar. 

Dikatakan ayah korban, anaknya telah selesai menjalani perawatan dan telah kembali ke rumah dalam proses pemulhan.

Sebelumnya, juga terjadi kecelakaan, Sabtu menjelang tengah malam (10/1/2026) lalu,  tidak jauh dari TKP korban A, tepatnya di depan rumah salah satu asisten kebun Dolok Ilir atau lebih kurang 400 meter sebelum Masjid Baitul Karim dari arah Serbelawan, seorang pemotor menabrak seekor kerbau yang berkeliaran di jalan.

Akibat kejadian tersebut, dikabarkan korban mengalami luka berat dilarikan ke RS Laras, bahkan kerbau yang ditabrak mati di TKP. Tidak diketahui kabar lanjut tentang korban.

"Kalau kejadian seperti ini, gak ada yang mau mengaku sebagai pemilik ternak. Tapi kalau ternaknya beranak di lapangan pasti cepat diketahui siapa pemiliknya," ujar seorang warga yang salah satu keluarganya pernah mengalami hal sama, menabrak lembu di jalan lintas Serbelawan - Dolok Merangir.

Atas beberapa kejadian ini, warga sangat berharap kepada Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar untuk segera bertindak menertibkan hewan ternak ini agar kejadian serupa tidak terulang ke depannya serta meminta penerangan berupa lampu jalan dari arah Dolok Merangir - Serbelawan ditambah.

Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Friska Susana Suardi SH melalui Kanit Gakkum Ipda Yancen Hutabarat SH ketika diminta tanggapannya, Sabtu (19/9/2026) sore, menegaskan kepada para pemilik lembu maupun kerbau agar menjaga ketat hewan ternaknya untuk tidak berkeliaran di jalan umum demi kepentingan dan keselamatan bersama.

Ipda Yancen Hutabarat juga mengimbau warga agar selalu waspada dan hati-hati serta mematuhi aturan dan peraturan lalu lintas saat berkendara demi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas - Kamseltibcar (bay/bay)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini