-->

Kerusakan Infrastruktur Jalan Rusak Parah Di Desa Pangkalan Siata Kabupaten Langkat

Sebarkan:

 

Truck angkutan barang terjebak kubangan lumpur di Dusun V Sungai Serai, Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, akibat jalan rusak. (Foto mol/warga Desa Pangkalan Siata)

LANGKAT | Infrastruktur jalan rusak parah di 10 Dusun Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Kerusakan jalan sudah berlangsung selama puluhan tahun, seperti diberitakan media ini kemarin.

Dari sejak tahun 1945 Indonesia merdeka, sampai saat ini, kondisi jalan masih saja didominasi jalan tanah di 10 Dusun dan jalan utama Desa Pangkalan Siata, termasuk tidak adanya sarana drainase yang memadai.

Hal ini dikatakan salah seorang warga Desa Pangkalan Siata kepada kru Metro Online, Sabtu (8/8/2026)."Ia benar, 81 tahun Indonesia merdeka, infrastruktur jalan dan drainase itu yang selalu dikeluhkan warga desa, ujarnya, sembari mengirimkan foto-foto jalan rusak melalui WhatsApp-nya. 

Kalau musim hujan, lanjutnya, air mengalir diatas badan jalan dan menggerus material sirtu atau tanah timbun alias hanyut ditelan bumi, itu bisa terjadi karena tidak adanya drainase yang dibangun pada sisi kanan-kiri badan jalan.

Beberapa hari lalu, sebuah truck yang melintas di Dusun V Sungai Serai, Desa Pangkalan Siata, itu terjebak masuk kubangan lumpur akibat jalan rusak, sehingga supir dan kernet terpaksa menunggu relatif lama dan berupaya kerja keras mengevakuasi truck tersebut, ucapnya seraya meminta namanya tidak ditulis.

Dikatakan, Dana Desa sering kali dinilai tidak efektif memperbaiki jalan rusak parah diduga kerena pemangkasan anggaran di tingkat lokal, serta lemahnya kualitas pengerjaan akibat penyimpangan teknis maupun tata kelola. 

Pengerjaan proyek jalan desa sering tidak sesuai RAB, itu tidak terlepas dari akibat lemahnya pengawasan pihak berkompeten sehingga kualitas bangunan terkesan asal jadi.

Ironisnya lagi, kata dia, sudah empat tahun, Tahansyah Silalahi menjadi Kepala Desa Pangkalan Siata, tapi kondisi infrastruktur jalan maupun drainase di desa sentra pertanian ini sepertinya tidak sesuai harapan, ungkapnya. 

Sejauh ini, belum terlihat adanya peningkatan mutu jalan maupun drainase yang lebih baik dari tahun -tahun sebelumnya. Sementara dana yang dialokasikan untuk itu mencapai ratusan juta rupiah bersumber dari Dana Desa, selama empat tahun beliau menjadi Kepala Desa Pangkalan Siata, katanya.

Lemahnya pengawasan membuat pengerjaan fisik sering kali tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga material perkerasan jalan hancur kembali dalam hitungan relatif singkat.

Tingginya volume kendaraan berat yang melintas di luar kapasitas jalan atau tidak sebanding dengan ketahanan badan jalan, itu juga salah satu faktor penyebab jalan rusak, terangnya.

Terkait banyak jalan rusak, Kepala Desa Pangkalan Siata, Tahansyah Silalahi yang coba dikonfirmasi kru Metro Online, baik melalui WhatsApp-nya, maupun ditelepon langsung, namun yang bersangkutan tidak merespon.

Berkali-kali dihubungi, Jumat - Sabtu (7/8 - 8/8/2026), namun, hingga berita ini dikirim ke redaksi, yang bersangkutan tak menjawab.(lesman simamora/mp)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini