![]() |
| Warga Kelurahan Lopian minta pemerintah realisasikan bantuan Jadup dan stimulan pascabencana. (/mol/yas). |
TAPTENG | Puluhan warga Kelurahan Lopian Lingkungan II dan VI, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengaku kecewa karena bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan stimulan pemulihan ekonomi yang dijanjikan pascabencana hingga kini belum mereka terima.
Menurut perwakilan warga, meski telah lebih dari delapan bulan sejak bencana melanda, sebagian korban yang telah terdata mengaku masih menunggu kepastian pencairan bantuan tersebut.
"Kami sudah beberapa kali mendatangi Dinas Sosial untuk mempertanyakan perkembangan bantuan. Dari informasi yang kami terima, nama sebagian warga masuk dalam tahap II. Namun hingga sekarang belum ada kepastian kapan bantuan itu akan dicairkan," ujar salah seorang perwakilan warga kepada Metro-Online.co.
Warga mengaku kondisi tersebut semakin berat karena mereka masih berupaya bangkit dari dampak bencana yang mengakibatkan rumah, perabotan, hingga harta benda mengalami kerusakan. Di tengah proses pemulihan itu, banjir susulan kembali terjadi dan menambah beban masyarakat.
"Kami melihat ada warga yang menurut informasi kami tidak terdampak justru sudah menerima bantuan. Sementara kami yang benar-benar menjadi korban masih belum mendapatkan kepastian. Kami berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," ungkapnya.
Perwakilan warga juga menyampaikan bahwa mereka telah beberapa kali menyampaikan aspirasi, baik melalui pemerintah kelurahan, kecamatan maupun Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah. Namun hingga kini, mereka mengaku belum memperoleh kepastian mengenai jadwal pencairan bantuan yang dinantikan.
Menurut warga, pergantian sejumlah pejabat di tingkat kelurahan, kecamatan hingga pimpinan Dinas Sosial turut membuat proses komunikasi menjadi tidak mudah. Meski demikian, mereka berharap pergantian pejabat tidak menghambat penyelesaian hak-hak para korban bencana.
"Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Yang kami harapkan hanya kepastian. Jika memang ada kendala administrasi atau proses anggaran, sampaikan kepada kami sehingga kami mengetahui sejauh mana perkembangan bantuan tersebut," kata warga.
Warga menyebut sedikitnya terdapat 64 Kepala Keluarga (KK) yang masih menantikan realisasi bantuan. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius mengingat kondisi ekonomi sebagian korban masih belum sepenuhnya pulih.
"Sebentar lagi masyarakat akan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Harapan kami sederhana, semoga hak-hak kami sebagai korban bencana dapat segera direalisasikan sehingga kami juga dapat merasakan perhatian dan kehadiran pemerintah di tengah kesulitan yang kami alami," tutur perwakilan warga.
Selain berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, masyarakat juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat agar memberikan perhatian terhadap kondisi warga terdampak bencana di Kelurahan Lopian yang masih membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan.
Warga berharap bantuan Jadup maupun stimulan pemulihan ekonomi dapat segera disalurkan kepada penerima yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Mereka menegaskan bahwa aspirasi tersebut disampaikan melalui Metro-Online.co sebagai bentuk harapan agar kondisi yang mereka alami mendapat perhatian dari seluruh pihak terkait.
Metro-Online.co telah berupaya mengkonfirmasi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya Dinas Sosial, terkait perkembangan pencairan bantuan Jadup dan stimulan pemulihan ekonomi bagi warga terdampak bencana di Kelurahan Lopian namun belum mendapat tanggapan. (YAS/REM)

