![]() |
| Tim Lapas Kelas I Medan saat melakukan razia di blok hunian warga binaan. (mol/lagusta) |
MEDAN | Saat sebagian besar warga terlelap, suasana berbeda justru terlihat di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, Jumat malam tadi (16/1/2026), tim lapas ‘menyisir’ setiap sudut blok hunian warga binaan.
Kegiatan senyap berupa razia rutin yang menjadi bagian dari upaya deteksi dini keamanan dan ketertiban.
Razia malam itu bukan sekadar agenda rutin, melainkan cerminan komitmen Lapas Kelas I Medan dalam mendukung Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penerapan kebijakan Zero Halina. Yakni Nol Handphone, Pungutan liar dan Narkoba.
Dengan langkah terukur, petugas gabungan dari jajaran pengamanan, staf Kamtib, serta petugas jaga bergerak menyisir kamar-kamar hunian.
Operasi senyap dipimpin langsung oleh pejabat struktural terkait dan dilaksanakan secara humanis, profesional, serta berpedoman pada standar operasional prosedur yang berlaku.
Sebelum penggeledahan kamar dilakukan, warga binaan lebih dahulu menjalani pemeriksaan badan. Proses penggeledahan pun berlangsung terbuka dan disaksikan oleh perwakilan warga binaan, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan tugas.
Hasilnya, petugas menemukan sejumlah barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lapas.
Di antaranya dua unit handphone Android, dua unit charger, satu unit tripod, dua bilah senjata tajam, satu unit elemen, serta satu buah kabel.
![]() |
| Operasi senyap tim Lapas Kelas I Medan di blok hunian warga binaan. (mol/lagusta) |
Seluruh barang temuan tersebut langsung diamankan untuk dicatat, diinventarisasi, dan selanjutnya dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, razia tersebut memastikan satu hal penting: tidak ditemukan narkotika maupun indikasi peredaran narkoba di dalam lapas.
Razia tim lapas sebagainwujud nyata pengawasan ketat yang selama ini diterapkan membuahkan hasil positif.
Razia malam hari itu juga menjadi bagian dari konsistensi Lapas Kelas I Medan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba serta bebas dari praktik penipuan berbasis online.
Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi menegaskan, kegiatan razia dan deteksi dini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai implementasi kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Program Akselerasi.
“Zero Halinar adalah komitmen kami. Razia dan deteksi dini akan terus kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan. Kami berupaya menciptakan Lapas Kelas I Medan yang aman, tertib, dan berintegritas,” tegas Fonika.
Di balik tembok lapas, upaya menjaga keamanan tak pernah berhenti, bahkan saat malam semakin larut. (Robs/RS)


