![]() |
| Antrean panjang di SPBU Jalan Seram Lion Kosong Padangsidimpuan. (MOL/Syahrul). |
PADANGSIDIMPUAN | Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, mengalami gangguan dampak banjir yang terjadi di wilayah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
Dampak banjir tersebut Pasokan BBM di sejumlah SPBU di Kota Padangsidimpuan mulai mengalami kekosongan. Ketika SPBU mulai ada pasokan BBM warga pun rela antri mulai dari malam sampai pagi hari.
Pantauan metro-online.co, pukul 05.15 Wib, Sabtu (29/11/2025) tepatnya di SPBU Jalan Seram Lion Kosong Kota Padangsidimpuan, terlihat antrian kendaraan hampir mencapai 500 meter. Mulai dari SPBU sampai ke jalan Topi.
Salah satu warga yang ikut mengantri Arman Nasution menceritakan, sebelum subuh ia sudah mengantri.
"Berharap kebagian BBM lebih dulu, sebelum Subuh itu saya sudah antre disini, dikira antrean tidak begitu panjang ternyata kendaraan sudah banyak yang antre, daripada beli ketengan harganya 25 ribu bahkan ada yang jual 30 ribu," ungkap Arman kepada metro-online.co, Sabtu (29/11/2025).
"Arman berharap pemerintah atau instansi terkait cepat mengambil tindakan akan fenomena pasokan BBM di Padangsidimpuan menjadi barang yang sangat langka karena sangat berdampak pada perekonomian masyarakat," harapnya.
Sementara informasi yang dihimpun metro-online.co dari salah satu Pengawas SPBU Niko mengatakan, akibatkan terjadinya longsor dan banjir di Tapteng dan Sibolga sehingga berdampak kepada pendistribusian BBM ke SPBU.
"Bisa jadi ini akibat terjadinya longsor di jalan sehingga jembatan penghubung Tapteng menuju Kota Padangsidimpuan terputus, mengakibatkan mobil pengangkut BBM tidak bisa lewat," jelas Nico saat di hubungi lewat pesan WhatsApp.
"Untuk hari ini pengiriman BBM ada dari depot Dumai, tapi kita belum bisa pastikan kapan atau jam berapa sampainya di SPBU. Intinya ada pengiriman BBM," pungkas Niko. (Syahrul/ST).

