Pesta Rakyat Tarhilala, Bazaar Sembako Murah Bayar Pakai Sampah

Sebarkan:


TOBA
| Bank Sampah Tarhilala bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Toba berhasil menggelar Pesta Rakyat Tarhilala, bertempat di Komplek Tugu Panjaitan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada Rabu (11/1/2023).

Pesta Rakyat Tarhilala ini, membuat Tema "TOBA BERSINAR, SAMPAH KITA PILAH, LINGKUNGAN KITA JAGA". Kegiatan ini didukung penuh oleh PTT Exploration and Production Public (PTTEP) Indonesia, perusahaan sektor minyak dan gas milik Pemerintah Thailand yang membantu penanganan sampah di kawasan Danau Toba sebagai wujud dukungan untuk Kawasan Pariwisata Super Prioritas (KPSP) Danau Toba.

Dengan semangat dan tekad menuju pertumbuhan yang berkelanjutan, PTTEP Indonesia beroperasi dengan pertimbangan untuk menciptakan keseimbangan yang tepat antara aspek bisnis, sosial dan lingkungan serta nilai bersama bagi para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, PTTEP Indonesia mengambil bagian dalam mengelola sampah.

Bupati Toba Poltak Sitorus yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan II, Jhonni Lubis, menyampaikan bahwa Kabupaten Toba adalah salah satu destinasi wisata yang super prioritas sedang berbenah, baik dari segi infrastruktur, Pengembangan UMKM, Kepariwisataan, peningkatan potensi industri manufaktur, dan lain-lain yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan, ke Kabupaten Toba.

"Pada saatnya hal yang dicita-citakan bersama itu terwujud. Permasalahan sampah akan menjadi tantangan tersendiri. Saat ini volume sampah di Toba sekitar lebih kurang 85,4 ton per hari. Khusus kawasan wisata Desa danau Toba sekitar 3,62 tin per hari yang tentunya akan meningkat pesat di waktu yang akan datang, terutama menjelang dan saat penyelenggaraan F1H2O," sebut Jhonni Lubis. 

“PTTEP Indonesia berharap dengan adanya pengelolaan sampah di Kabupaten Toba dapat menuju Net Zero Emissions. Dukungan dan kerja sama antara pemerintah, swasta, pengelola industri, dan masyarakat diperlukan untuk menyukseskan Net Zero Emissions” ujar General Manager PTTEP Indonesia, Grinchai Hattagam. 

PTTEP Indonesia telah menetapkan target sementara untuk mengurangi intensitas emisi gas rumah kaca setidaknya 30% dalam tahun 2030 dan 50% dalam tahun 2040 (dari tahun dasar 2020) dan mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2050.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan silaturahmi antara seluruh pemangku kebijakan, yaitu pemerintah setempat, perusahaan sponsor, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat yang telah terlibat dalam program edukasi dan pengelolaan sampah terpadu yang telah dilaksanakan selama 2 (dua) tahun terakhir di Kabupaten Toba.

Mengusung Konsep Bazaar Sembako Murah Bayar Pakai Sampah, Kegiatan yang digelar di Komplek Tugu D.I. Panjaitan, Balige, Kabupaten Toba, masyarakat dapat membeli sembako dengan harga murah dan membayar menggunakan sampah. Adapun sampah yang dapat ditukarkan adalah sampah anorganik yang dibagi menjadi 4 kategori; Plastik, Kertas, Botol Kaca, dan Logam. Rangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam Pesta Rakyat Tarhilala antara lain; Pameran UMKM, Live Music, Doorprize dan kegiatan menarik lainnya. 

Selain itu, pada kegiatan ini juga akan diserahkan hadiah berupa modal usaha untuk 10 UMKM terbaik yang telah mengikuti program inkubasi bisnis yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2022.

Pesta Rakyat Tarhilala dihadiri oleh Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenkomarves, Rofi Alhanif, S.Pi., M.Sc., Direktur Pengurangan Sampah KLHK, Ir. Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc., Bupati Toba Ir. Poltak Sitorus yang diwakilkan oleh Asisten Pemerintahan Jhonni Lubis, General Manager PTTEP Indonesia, Grinchai Hattagam, Direktur PT Solusi Rahayu Indonesia, Febriyanti SR, serta seluruh kepala dinas dan OPD Kabupaten Toba. 

Kegiatan ini akan menghadirkan 300 masyarakat dan melibatkan 15 unit UMKM di Kabupaten Toba. (OS)





Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini