Kisah Munif Warga Tapsel, Tertolong Berkat Program JKN

Sebarkan:
Munif saat menunjukkan kartu JKN-KIS miliknya.


TAPANULI SELATAN | Munif Batubara (55) begitu bersyukur menjadi Peserta Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Lelaki paruh baya yang berasal dari Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan ini mengidap penyakit hipertensi dan menjalani pengobatan rutin di salah satu fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan dengan memanfaatkan jaminan kesehatannya.

Penyakit Munif pertama kali diketahui ketika ia mengalami mual dan sakit kepala. Ia pun nyaris tersungkur dan segera dibawa keluarganya ke fasilitas kesehatan tempat ia terdaftar. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menyatakan Munif mengidap hipertensi dan diberi obat rutin setiap bulan.

“Saat itu saya merasa sangat bersyukur karena bisa langsung berobat. Kata dokter pun begitu, pasien hipertensi harus segera berobat ke dokter, biar bisa penyakitnya terkontrol dan tidak berbahaya,” ungkap Munif, Rabu (31/08).

Dokter meminta Munif mengatur pola hidup dan lebih memperhatikan kesehatannya. Ia juga diingatkan untuk melakukan aktivitas fisik ringan dan mengelola stres. Selain makanan, menurutnya beban pikiran dan tubuh yang tidak bugar dapat memicu timbulnya penyakit hipertensi. Berolah raga juga dapat menurunkan tekanan darah secara alami, dan memperkuat sistem kardiovaskular.

“Sesuai anjuran dokter, saya coba menjaga makan dan hidup sehat. Hipertensi penyakit seumur hidup, saya harus rutin minum obat. Saya merasa lega, ternyata obat penyakit saya gratis dan bisa diambil satu kali sebulan sekaligus,” ucap Munif.

Sebagian ahli kesehatan memang menjuluki hipertensi dengan silent killer. Hal ini bukan tanpa alasan, hipertensi biasanya dimulai dari gejala ringan. Gejala ini biasanya diabaikan orang-orang karena dianggap hanya disebabkan oleh kelelahan atau kurang beristirahat.

Kisah Munif mengajarkan kita bahwa penyakit bisa datang kapan saja. Memiliki jaminan kesehatan merupakan cara terbaik untuk melindungi diri dan memberikan kepastian akses pelayanan kesehatan kapan pun dan dimana pun.

“Firasat saya memang mengatakan jaminan kesehatan suatu saat akan saya perlukan. Ternyata betul, saya tertolong, biaya berobat saya seumur hidup gratis, dijamin Program JKN. Kalaupun membayar iuran, saya kira tidak seberapa jika dibandingkan manfaatnya,” tutur Munif. (Syahrul/ST).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini