Tidak Lazim, Perekrut Mitra binomo Fakarich Jalani Sidang Perdana

Sebarkan:

 



Dokumen foto saat Fakar Suhartini Pratama dilimpahkan penyidik ke Kejari Medan. (MOL/Ist)



MEDAN | Tidak seperti biasanya. Fakar Suhartini Pratama, 31, populer disebut mitra aplikasi binomo dengan nama akun fakarich diinformasikan menjalani sidang perdana secara virtual, Selasa (23/8/2022) di Cakra 8 PN Medan sekira pukul 10.00 WIB.


Jam-jam yang lazim pantauan awak media menggeliatnya persidangan perkara-perkara perdata. Sedangkan geliat sidang perkara pidana umum maupun khusus umumnya di jam 11.30 WIB hingga menjelang petang. Artinya, sidang perdana terdakwa luput dari pantauan awak media buasa meliput di PN Medan.


Sementara informasi lainnya dihimpun, sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut dengan majelis hakim diketuai Marliyus, juga Wakil Ketua PN Medan.


"Sudah kita bacakan dakwaannya. Sekitar jam 10 tadi. Terdakwanya didampingi penasihat hukum. Gak ada eksepsi. Langsung pemeriksaan saksi-saksi minggu depan," kata JPU dari Kejari Medan Chandra Naibaho saat ditanya wartawan usai persidangan.


TPPU, ITE


Sementara mengutip dakwaan pada riwayat penelusuran perkara secara online (SIPP) PN Medan, peristiwa tindak pidananya periode antara 2019 hingga 2022.


Bermula dari saksi Brian Edgar Nababan selaku customer support binomo pada perusahaan Rusia 404 group diminta perusahaan Binomo untuk menghubungi terdakwa melalui email.


Untuk mempermudah orang mengakses aplikasi binomo tersebut selanjutnya terdakwa mendaftar sebagai afiliator di binomo dengan cara terdakwa terlebih dahulu membuka website http://binpartner2.com, kemudian terdakwa mendaftarkan email terdakwa yaitu karineifel21@gmail.com dan membuat password yang terdakwa inginkan agar bisa masuk (login) ke aplikasi binomo.


Fakar kemudian mendapatkan tautan afiliasi/link referral binomo yaitu https://binomo.com?a=a5fac9bc4efb. Terdakwa juga membuat konten video maupun audio kepada orang lain berisikan rayuan akan mendapatkan keuntungan bila berhasil menebak produk yang ditayangkan. Dengan ketentuan para pemain harus lebih dulu login dan memiliki saldo di rekening bank. 


Bila tebakan benar maka pemain mendapatkan keuntungan 100 persen dari nilai uang yang dipertaruhkan. Sebaliknya bila kalah atau salah menebak maka otomatis secara elektronik saldo pemain akan berkurang.


Fakar Suhartini Pratama bukan hanya dijerat dengan pidana sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik (ITE). Tapi dakwaan berlapis.


Pertama, Pasal 45 ayat (2) jo. Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Atau kedua. Pasal 45 A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) UU ITE.


Atau ketiga,  Pasal 378 KUHPidana dan kedua, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (ROBERTS)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini