Polisi Ungkap Motif Penembakan Apri Wahyudi Nasution, Lihat Wajah Pelakunya

Sebarkan:

 

Polisi saat menunjukkan barang bukti dari tersangka Aten atas kasus penembakan Apri Wahyudi Nasution warga Muarasipongi, saat press release, Minggu (10/7/2022).

MANDAILING NATAL | Polisi mengungkap motif kasus penembakan terhadap Apri Wahyudi Nasution, warga Kelurahan Pasar Muarasipongi, Kecamatan Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). 

Polisi menyebut motifnya karena pelaku sakit hati terhadap korban. 

"Motifnya, tersangka emosi kepada korban karena tidak ada itikad yang baik untuk membayar utang-nya. Sehingga tersangka emosi kemudian menembakkan senapan angin tersebut kepada korban," kata Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul AS, saat press release di Mapolres Madina, Minggu (10/7/2022). 

Pelaku bernama RS alias Aten, 26, pekerjaan wiraswasta, tempat tinggal di Desa Taruang-taruang, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman. 

Tersangka Aten saat digiring petugas. 

Aten diringkus oleh Tim Reskrim Polres Madina dibantu Tim Subdit III Jatanras Polda Sumut dari tempat persembunyiannya di Desa Siuondol, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Palas, pada Kamis 7 Juli sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.

Reza juga menerangkan kronologis dan modus operandi dari peristiwa penembakan yang bikin warga sekitar geger itu. 

Diterangkan, bahwa tersangka dan korban pada saat kejadian Jumat (1/7/2022) sore itu berpapasan di Jalan Umum Lintas Sumatera Panyabungan-Kotanopan, tepatnya di dekat kantor Kecamatan Tambangan, Kelurahan Laru Lombang. 

Saat itu tersangka baru saja pulang dari kandang ternaknya yang beralamat di Desa Simaninggir Kecamatan Siabu, hendak menuju ke tempat tinggalnya di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman.

Aten mengendarai Mobil Avanza, sementara korban hendak menuju arah Panyabungan menggunakan sepeda motor. 

Kemudian, saat berpaspasan Aten mengklakson korban namun tidak ada tanggapan, korban malah terus melaju dengan kendaraannya.

Tersangka Aten kemudian memutar balik kendaraannya, lalu melihat korban sedang duduk di pinggir jalan trotoar di lokasi tempat kejadian perkara (tkp) terjadinya penembakan. 

"Tersangka menghampiri korban. Kemudian mengatakan kepada korban udah kek mana Yud mengenai bon total uangnya Rp,17 juta 899 ribu. Dijawab sama korban ah tokenya rupanya sambil tersenyum dan menghisap rokok. Itulah untuk sekarang sabar dulu nanti kubayarkan minggu ini," ucap Reza menerangkan percakapan tersangka dan korban sesaat sebelum terjadi penembakan. 

Lalu, lanjut Reza menjelaskan, bahwa tersangka masuk kembali ke dalam mobil dan duduk di tempat pengemudi. Sementara untuk posisi korban berada di luar mobil tepatnya di samping pintu kiri depan mobil. Tersangka pun mengarahkan senapan ke korban dan seterusnya melakukan penembakan. 

"Pada saat berbicara tersebut, dari sisi tersangka merasa kalau korban responnya tak menyenangkan dan membuat emosi. Menurut tersangka korban tidak ada itikad baik untuk membayar utangnya saat ditagih. Jadi dari sini modus operandinya ataupun motifnya sudah dapat kita tangkap," terang mantan Kabag Ops Polrestabes Medan itu. 

Dia menambahkan, untuk senjata senapan angin yang dipakai tersangka dari pengakuannya memang kerap digunakan dalam mengisi waktu luang saat mengembala ternak. 

"Tersangka, kan, punya ternak di Simaninggir, jadi sambil dia mengembala ternaknya sambil mengisi waktu, ia gunakan senjata itu untuk (berburu) menembak burung. Kalau dia mau ke tempat ternaknya senjata selalu dibawa-bawa," tambahnya. 

Tersangka Aten saat ditanyai wartawan. 

Dalam press release itu pun terungkap bahwa persoalan utang antara tersangka-korban sudah berlangsung lama sekitar tiga tahun. Korban sebelumnya mempunyai utang kepada tersangka atas pembelian spare-part sepeda motor sebesar Rp, 17,899.000, (Tujuh belas juta delapan ratus sembilan puluh sembilan ribu) 

Tersangka mengaku selama tiga tahun belakangan sudah berulang kali menagih utang itu kepada korban maupun langsung ke keluarga korban. Namun menurut Aten, tidak pernah ada tanggapan bahkan korban terkesan menghindar. 

"Sudah puluhan kali (ditagih), melalui telepon, WA (Whatshapp), dan saya diblokir. Melalui laporan, melalui keluarganya juga enggak pernah ditanggapi, hanya janji-janji yang ada," kata Aten saat ditanyai wartawan. 

Dalam kasus penembakan ini polisi mengamankan tersangka Aten beserta barang bukti satu (1) unit senapan angin berwarna loreng bertuliskan Sanaji dan dua (2) biji peluru senapan angin. 

Seterusnya, polisi juga mengamankan barang bukti dari saksi korban Apri Wahyudi, yakni satu potong jaket/switer berwarna hitam yang berdarah. Satu buah telepon seluler merek OPPO dan satu unit sepeda motor jenis Kanpa plat nomor polisi. 

Polisi akan mempersangkakan tersangka Aten dengan tindak penganiayaan berat, sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (2) KUHPidana dengan hukuman penjara selama-lamanya lima (5) tahun. (SRH/Sahrul) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini