BTN Konsisten Dukung Wujudkan Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Terorisme

Sebarkan:

 


Dirut PT BTN (persero) Tbk Haru Koesmahargyo (kanan) dan Ketua PPATK Ivan Yustiavandana (tengah). (MOL/Ist)




JAKARTA | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk konsisten mendukung  terwujudnya Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) dan terus berperan aktif menjadi mitra Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam mewujudkan serta mengimplementasi program-program PPATK di lingkungan kerja perseroan.


Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Bank BTN Haru Koesmahargyo di sela acara penanaman 5.000 bibit pohon bersama rombongan PPATK di kawasan Perumahan Mitra BTN di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (3/6/2022). 


Dalam mewujudkan  Gerakan APU PPT tersebut  Bank BTN telah membentuk pedoman kebijakan hingga petunjuk pelaksanaan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta aturan regulator. Perseroan juga aktif menyampaikan laporan serta pemenuhan data kepada regulator.


“Kami berkomitmen akan terus mendukung Gerakan APU PPT dan selalu siap mendukung program Pemerintah yang kini sedang fokus pada pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari kejahatan lingkungan yang mengancam keberlangsungan alam.


Kerja sama di antara kita tidak terbatas hanya pada level antar institusi saja, namun juga dapat ditingkatkan melalui pelayanan Bank BTN dalam hal ini di lingkungan PPATK melalui penyediaan jasa layanan perbankan, baik penghimpunan dana, jasa layanan transaksional, maupun penyaluran kredit atau pembiayaan kepada pegawai dan stakeholders PPATK," terangnya.


Kegiatan penanaman pohon tersebut sekaligus mendukung dan memperingati 2 dekade Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) yang kini berfokus memberantas aktivitas pencucian uang dari kejahatan lingkungan serta mendukung ekonomi hijau. 


Adapun Kejahatan lingkungan mencakup berbagai kegiatan mulai dari eksploitasi sumber daya alam, perdagangan sumber mineral, kehutanan, hingga perdagangan limbah secara ilegal.  


Haru menambahkan aksi penanaman pohon ini juga merupakan wujud dari program penghijauan yang menjadi fokus kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank BTN.  Program penghijauan di berbagai perumahan yang dibiayai BTN ini dirancang untuk menciptakan kawasan hunian ramah lingkungan yang bersih dan tertata rapi. 


"Dengan adanya program tersebut diharapkan menciptakan ruang terbuka hijau yang mudah diakses terutama bagi perempuan, anak, manula, hingga penyandang disabilitas. Ruang terbuka hijau juga dibidik dapat ikut mengurangi polusi, memberikan ketenangan, hingga kenyamanan bagi para penghuni perumahan tersebut," tutur Haru.. 


Sebagai emiten Sri Kehati, lanjutnya, Bank BTN selalu mengutamakan analisis dampak lingkungan (Amdal) dalam persetujuan kreditnya terutama kredit di sektor perumahan. 


Ribuan pohon yang ditanam Bank BTN di NTB merupakan Pohon Tabebuya. Pohon dengan bunga yang menyerupai sakura tersebut dapat melengkapi lanskap perumahan serta mampu hidup di berbagai jenis tanah dan daerah panas.


20 Tahun


Sementara itu Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan kegiatan ini merupakan rangkaian 20 tahun atau dua dekade gerakan APU PPT Indonesia. Saat ini laporan yang PPATK terima per jam sudah sampai 45 ribu transaksi per jam.


"Ini terlihat betapa begitu cepatnya transformasi hukum dan diikuti dengan transformasi teknologi informasi. Namun, prinsip dasarnya adalah kita menjaga keberlanjutan (sustainability) Indonesia bagi generasi penerus," terangnya. 


Menurut Ivan, PPATK menjaga agar integritas sistem keuangan Indonesia itu tidak dikacaukan dari harta-harta tindak pidana.


"Semua orang boleh sekaya apapun juga, tapi jangan satu orangpun yang menikmati hasil kekayaan dari hasil tindak pidana. Ini yang kemudian kita jaga dan berharap menjadi gerakan kita bersama sehingga kebaikan-kebaikan ini dapat kita wariskan kepada generasi penerus bangsa," tegasnya.   


Ivan juga mengucapkan terima kasih atas inisiasi langsung yang dilakukan oleh Bank BTN dalam rangkaian kegiatan peringatan dua dekade APU PPT.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank BTN, integritas kita itu dimulai dari rumah, kebetulan kita menanamnya di daerah perumahan, ini salah satu barometer integritas dimana integritas penerus bangsa dibangun dari rumah," ujarnya. 


Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah menambahkan kita harus meniru kebiasaan menanam pohon ini. "Kadis kehutanan kita mudah-mudahan dapat bersinergi dengan Bank BTN untuk menanam 10.000 hingga 20.000 pohon di tempat yang lain," tegasnya. (ROBS/REL)







Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini