Pelaku Penipuan Ditangkap Modus Dijanjikan Jadi Satpam

Sebarkan:

Tersangka


MEDAN | Seorang pria berinisial EF (46) dibekuk personel Tim Satreskrim Polrestabes Medan ketik sedang nongkrong di salahsatu warung kopi (warkop) yang berada di Jalan Williem Iskandar, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang Senin (07/03/2022).

Pasalnya, tersangka yang tinggal di Jalan Rahmadsyah Gang Waspada, Kota Medan, Provinsi Sumut ini telah melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus menjanjikan pekerjaan sebagai security.

Tidak tanggung-tanggung, tersangka EF ini telah menipu sebanyak 40 orang dan berhasil menggondol uang yang dinilainya ditafsir mencapai Rp.80 juta.

"Ada sebanyak 40 orang yang telah tertipu dengan aksi kejahatan tersangka dengan modus diperkerjakan sebagai security. Di mana 1 orang di antara korbannya yang bernama Muhammad Aditya membuat Laporan Polisi Nomor : LP/B/743/III /2022/ SPKT/Polrestabes Medan/ Polda Sumatera Utara, tanggal 7 Maret 2022, "terang Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Firdaus saat dikonfirmasi wartawan, Senin (07/03/2022) malam.

Berdasarkan laporan korban, saat itu, Minggu (15/08/2021) pukul 15.00 WIB. Korban menyerahkan uang sebesar Rp2,5 ke tersangka untuk dipekerjakan sebagai secutity di Manhattan. Di mana saat itu tersangka berjanji ke korban untuk memperkerjakannya 1 bulan sejak diserahkan uang tersebut.

"Setelah tiba waktunya, ternyata korban tidak juga kunjung  dipekerjakan oleh tersangka. Merasa telah tertipu, korban pun lantas meminta uangnya kembali. Namun tersangka tidak mau mengembalikannya dengan berbagai macam alasan. Hingga akhirnya, Muhammad Aditya inipun membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan," ungkap Kompol Firdaus.

Setelah melakukan penyelidikan termasuk di antaranya memintai keterangan dari para saksi, akhirnya tersangka yang berprofesi sebagai wiraswasta inipun diciduk Tim Satreskrim Polrestabes Medan dari sebuah Warkop di di Jalan Williem Iskandar, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut.

"Dari hasil keterangan tersangka, korban berjumlah sekitar 40 orang. Di mana rata-rata korbannya dimintai uang antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta dengan alasan untuk membeli seragam security. Sehingga total uang yang diterima oleh tersangka ini sekitar Rp 80 juta. Bahkan, semua korbannya sudah dibelikan baju seragam security lengkap oleh tersangka untuk menyakinkan dengan harga sekitar 1 juta setiap stelnya. Lalu sisa uangnya dipergunakan oleh tersangka untuk keperluan pribadinya,  sebanyak Rp 40 juta untuk membayar sewa rumah sebesar Rp 11 juta dan lainnya dipergunakan untuk keperluan pribadinya, "papar mantan Kasatreskrim Polresta Deliserdang ini.

Akibat perbuatannya, tersangka kini telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolrestabes Medan dengan dijerat Pasal 

378 dan atau 372 KUHPidana. (ka) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini