Oknum Guru Agama Ngaku Empat Kali Cabuli Muridnya, Pelaku Digelandang ke Polresta Deliserdang

Sebarkan:

Oknum guru agama sekolah swasta di Desa Sekipterduga pelaku cabul anak di bawah umur saat diinterogasi

DELISERDANG 
| Perbuatan asusila yang dilakukan oleh oknum guru agama di salah satu perguruan swasta di Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang ini tidak pantas ditiru dan malah menjadi Kecaman masyarakat. 

Sebagai orang yang seharusnya memberikan bimbingan pendidikan agama dan moral yang baik pada siswanya, malah melampiaskan nafsu bejatnya pada muridnya yang masih pelajar di Kelas 9 Sekolah Menengah Atas di tempat pelaku mengajar.

Informasi dihimpun, terbongkarnya kelakuan bejat oknum guru agama ini setelah keluarga korban bunga (16) nama samaran warga Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, diinterogasi oleh keluarganya karena curiga. Lalu korban mengaku telah dicabuli oleh pelaku berinisial AS yang merupakan guru agama tempat korban sekolah.

Tidak terima dengan hal ini, pihak keluarga korban langsung menjemput pelaku di rumahnya di Jalan Sempurna Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam Deliserdang. Pelaku pun tak dapat mengelak saat digelandang ke rumah korban.

Saat diinterogasi oleh keluarga korban, pelaku tak mengelak telah merenggut kegadisan korban. Namun dia membela diri dengan menyebutkan kalau ia melakukan hal itu karena korban yang mau. 

Mendengar jawaban pelaku, keluarga korban naik pitam dan nyaris menghajar pelaku. Beruntung Kepala dusun yang ada di lokasi menenangkan keluarga korban dan dengan cepat mengamankan pelaku ke Kantor Polisi Polresta Deliserdang untuk diproses hukum.

Terkait peristiwa ini, Kepala Desa Sekip Sumardi saat dikonfirmasi via seluler, Minggu (01/08/2021) malam membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya sudah mengamankan pelaku ke kantor Polisi agar tak menjadi sasaran kemarahan warga.

"Pelaku memang guru agama di sekolah tempat korban sekolah. Ini hal yang mengejutkan masyarakat. Untuk menjaga hal yang tak kita inginkan karena warga sudah emosi, pelaku saya suruh bawa langsung saja ke Kantor Polisi Polresta Deliserdang untuk diproses hukum, karena korban itu masih sekolah dan keluarganya juga keberatan," jelas Kepala Desa.

Kini pihak Keluarga didampingi pihak aparat Desa Sekip masih membuat pengaduan di Polresta Deliserdang dan pelaku juga langsung dijebloskan ke Sel Tahanan Polresta Deliserdang untuk proses lebih lanjut.(wan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini