Ini Klarifikasi Karutan Labuhan Deli Soal Adanya Pemberitaan Pungli

Sebarkan:


LABUHAN |
Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Labuhan Deli, Nimrot Sihotang, Amd.IP SH, MH, mengklarifikasi pemberitaan miring di media ini terkait dugaan indikasi pungli jual beli kamar tahanan di Rutan Labuhan Deli.

Kepada awak media ini, Karutan Nimrot Sihotang, menegaskan bahwa berdasarkan adanya pemberitaan terkait indikasi dugaan jual beli kamar atas keluhan keluarga warga binaan yang masih berstatus tahanan tentang adanya dugaan permintaan harga kamar tahanan oleh oknum-oknum di Rutan Kelas II B Labuhan Deli.

"Dengan ini, sebagai Kepala Rutan Kelas II B Labuhan Deli, menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media dan masyarakat apabila kejadian itu memang terjadi. Terkait hal itu, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap kepala kamar dan juga kepada orang yang kita duga tahanan-tahanan yang berasal dan beralamat di Sunggal. Bahwasanya mereka menyampaikan terkait dengan pungli itu, mereka tidak ada melakukan. Ada sekitar 15 orang tahanan baru yang telah kita periksa, namun semuanya merasa tidak ada merasa dimintai uang untuk kamar," terangnya.

Nimrot Sihotang menambahkan, bahwa pihaknya menyadari bahwa banyak juga narapidana yang mengatasnamakan petugas, hanya untuk mendapatkan uang, serta mencari keuntungan pribadinya.

"Jika ada terjadi permintaan-permintaan yang bertentangan dengan fungsi Rutan dalam melakukan proses pembinaan kepada warga binaan atau tahanan, tolong jangan dilayani. Bila perlu, kalau ada permintaan-permintaan uang, tanyakan kepada pihak Rutan. Kita sekarang sudah menggunakan sistem keterbukaan informasi untuk kebaikan semua masyarakat, khususnya keluarga warga binaan. Percayalah, fungsi kami melakukan pembinaan kepada warga binaan, agar nanti mereka bisa diterima dengan baik di tengah-tengah masyarakat jika sudah bebas," ujar Nimrot, Rabu (05/05/2021).

Dalam kesempatan itu, tambahnya, pada saat ini di tahun 2021 Rutan Labuhan Deli Sedang membangun zona integritas menuju WBBK dan WBBM. 

"Diantaranya kita melakukan penertiban, kita meningkatkan  pelayanan lebih baik dan juga kepada warga binaaan. Semua sarana dan prasarana, seperti memuat pengaduan masyarakat melalui  Aplikasi Lapor, pembentukan tim unit pemberantasan gratifikasi pungli, serta  membuat media sosial. Kami sampaikan kepada masyarakat apabila ada perbuatan petugas ataupun perbuatan napi yang tidak sesuai dengan  semangat pembangunan zona integritas, masyarakat dipersilahkan melaporkan petugas ataupun napi tersebut," tegasnya.

Nimrot menyampaikan bahwa pihaknya mengakui adanya miss komunikasi dengan rekan-rekan media. "Kesimpulannya, agar masyarakat taat hukum, sehingga tidak lagi melanggar peraturan karena Rutan Labuhan Deli sudah over kapasitas," tandas Nimrot Sihotang.(Rudi)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini